RADARMAGELANG.ID, Semarang - Wali Kota Semarang petahana Hevearita Gunaryanti Rahayu menghadiri undangan dari Partai Gerindra untuk melakukan pendalaman dalam Pilwalkot Semarang 2024, Selasa (28/5/2024) petang.
Merapatnya politikus PDI-Perjuangan ini seakan menjadi sinyal koalisi antara partai berlambang banteng moncong putih itu dengan Partai Gerindra.
Sama seperti calon lainnya, Mbak Ita –sapaan akrabnya-- mendapatkan beberapa pertanyaan terkait kesiapan maju Kembali dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Semarang, visi dan misi, serta pertanyaan lainnya.
"Saya kemarin dijadwalkan Minggu, tapi ada Rakernas (PDIP), sehingga saya minta diundur hari ini (Selasa, Red)" ujar Mbak Ita usai penjajakan.
Mbak Ita menjelaskan, salah satu yang ditanyakan adalah terkait komitmennya untuk bekerja sama dengan Gerindra dan bagaimana akan membangun kerja sama untuk memenangkan Pilwalkot
Mbak Ita mengaku sebagai kader PDIP, dirinya mengaku telah mendapatkan izin dari partai yang menaunginya untuk datang ke DPC Partai Gerindra.
"Saya sudah dapat izin dari ketua DPC, DPD, dan Sekjen, " ujarnya.
Untuk visi dan misi, lanjut dia, sudah ada program yang dilakukan pada 2023 lalu, dan tahun 2024 ini berjalan, serta rencana yang akan datang.
Mbak Ita mengatakan, program pemerintah kota harus selaras dengan provinsi dan pusat.
Pemerintah pusat melalui Bapenas sudah memberikan kisi-misi program 2025 - 2045.
Dia pun menyelaraskan visi misi dengan kisi-kisi tersebut.
"Saya bukan menyerahkan berkas pencalonan, hanya visi misi karena Gerindra sifatnya penjajakan. Ada pertanyaan stunting, banjir, dan sebagainya. Ini akan sesuai RPJMN hingga 2045," jelas Mbak Ita.
Mbak Ita menegaskan, presiden terpilih adalah Prabowo Subianto.
Hal ini membuat visi misi juga diselaraskan dengan presiden terpilih.
"Program Pak Prabowo makan bergizi. Saya sudah membuat buku. Moga-moga bisa diimplementasikan," harapnya.
Untuk rekomendasi, lanjut dia, merupakan wewenang dari Partai Gerindra.
Mbak Ita menekankan, hanya menjalankan instruksi dari hasil rakernas, yakni membuka kerja sama dan gorong-royong dengan partai lain.
Disinggung masalah koalisi dengan Partai Gerindra, Mbak Ita menyampaikan itu menjadi kewenangan pimpinan partai.
"Yang penting kalau saya matur nuwun sudah dapat undangan dari DPC Partai Gerindra," ucapnya.
Terkait sosok bakal calon wakil wali kota yang bakal mendampinginya, Mbak Ita enggan berandai-andai.
Pasalnya, saat ini dirinya belum mendapatkan rekomendasi.
"Nggak mau berandai-andai, tapi saya berharap bisa dipasangkan dengan sosok yang bisa diajak bekerja sama kompak membangun Kota Semarang,"harapnya.
Ketua Desk Pilkada Partai Gerindra Kota Semarang Joko Santoso mengatakan, penjajakan ini untuk mengetahui sejauh mana keseriusan Mbak Ita maju dalam Pilwalkot Semarang.
Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang ini menjelaskan, dengan memenuhi undangan penjajakan ini, dia berharap ada koalisi PDIP dengan Partai Gerindra.
"Datang ke Partai Gerindra harapan ke depan ada koalisi PDIP dengan Gerindra atau berkeinginan membangun kapal besar PDIP dan Gerindra," tuturnya.
Joko mengakui, keputusan mengusung Mbak Ita dalam pesta demokrasi memang ditangan DPP.
Hanya saja, pihaknya membuat kesimpulan hasil pendalaman ke DPP melalui DPD Partai Gerindra.
Dari hasil penjajakan, dia menilai kesiapan Mbak Ita sudah matang.
"Kesiapan Mbak Ita itu komplit njerit, sudah matang karena incumbent, menyerahkan visi misi sampai lima buku. Saya tanya program yang linear dengan nasional, terutama program Pak Prabowo makan bergizi gratis, Mbak Ita sudah punya resep-resep-resepnya. Ini sudah gathuk. Soal sinyal, semua ada sinyal. Cuma yang membuatkan sinyal itu DPP," bebernya.
Setelah Mbak Ita, Joko menyebut, masih ada tiga sosok yang akan dijajaki, yaitu Ade Bhakti, Claudina, dan Beni Soetiawan.
"Yang sudah kami undang dari internal dua, eksternal lima. Nanti kemungkinan bertambah," katanya.
Informasi yang diperoleh, sejumlah tokoh yang diundang Partai Gerindra, selain Hevearita Gunaryanti Rahayu, juga anggota Komisi X DPR RI Yoyok Sukawi, Sekda Kota Semarang Iswar Aminuddin, mantan Wali Kota Semarang Soemarmo HS, dan eks Camat Gajahmungkur Semarang Ade Bhakti. (den/aro)
Editor : H. Arif Riyanto