RADARMAGELANG.ID, Semarang—Kematian bisa datang kapan saja dan di mana saja.
Termasuk saat jalan-jalan.
Seperti yang dialami Kun Sholehan. 57.
Pria asal Dusun Sadah Laok, Desa Sadah, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Madura ini ditemukan meninggal tergeletak di tepi Jalan Sompok Lama, tepatnya di depan Warung Makan Griyo Oemikoe, Kelurahan Peterongan, Semarang Selatan, Kota Semarang, Senin (26/2/2024) sekitar pukul 07.00 WIB.
Kejadian itu kali pertama diketahui saksi Yomono Atmojo, 33, Pemilik Warteg Citra Rasa tak jauh dari TKP.
Awalnya, Yomono sedang pulang dari belanja di pasar melihat korban tergeletak di tepi jalan di sebelah warungnya di Jalan Sompok Lama.
Kemudian Yomono mendekat dan melihat korban sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Menduga korban sudah meninggal, Yomono kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT 04 RW 05 Peterongan Eko Sumanto, yang tinggal di Jalan Peterongan Bugel RT 04 RW 05 Peterongan Semarang.
Keduanya pun bersama - sama melihat kordisi korban.
Benar saja, ternyata korban sudah meninggal dunia, yang kemudian ditutup kain.
Selanjutnya, kejadian itu dilaporkan ke Polsek Semarang Selatan, diteruskan ke Polrestabes Semarang.
Kejadian itu sempat membuat gempar warga, termasuk pengguna jalan yang melintas.
Apalagi saat itu masih jam berangkat kerja.
Arus lalu lintas sempat merambat.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Peterongan Aipda Yudha tampak sibuk mengatur arus lalu lintas.
Sekitar pukul 07.20, petugas piket fungsi Polsek Semarang Selatan yang dipimpin Pawas AKP BG. Hermawan tiba di TKP bersama Kanit Reskrim Polsek Semarang Selatan Iptu Kisworo.
Selain itu, Tim Inafis Polrestabes Semarang juga datang ke TKP sekitar pukul 08.00 WIB.
Hasil pemeriksaan dan olah TKP, didapati fisik kaki korban bengkak dan sudah meninggal dunia. Di TKP ditemukan tas punggung korban berisi KTP, uang Rp 15.000, obat maag dan pakaian.
Selanjutnya sekitar pukul 08.30 WIB, jenazah korban dibawa menggunakan mobil ambulans PMI ke Kamar Jenazah RSUP dr Karyadi Semarang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan.
Kuat diduga korban meninggal dikarenakan serangan jantung. (*/aro)
Editor : H. Arif Riyanto