Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Diresmikan Presiden Jokowi, SPAM Semarang Barat Layani 350 Ribu Jiwa, Jadi Contoh Pemeliharaan Air Bersih

H. Arif Riyanto • Rabu, 24 Januari 2024 | 13:11 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryani Rahayu meresmikan proyek SPAM Semarang Barat
Presiden Joko Widodo didampingi Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryani Rahayu meresmikan proyek SPAM Semarang Barat

RADARMAGELANG.ID, Semarang – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan proyek SPAM Semarang Barat, Selasa (23/1/2024) petang.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyebut jika Kota Semarang merupakan contoh yang baik dalam pemeliharaan air.

Jokowi menjelaskan, sistem pemeliharaan air bersih ini menggunakan sistem Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), yakni Pemerintah Pusat, Pemda, dan pihak swasta.

"Semarang ini contoh yang baik, karena dibangun sistem KPBU," puji Joko Widodo saat peresmian SPAM Semarang Barat

Jokowi menjelaskan, SPAM Semarang Barat ini dibangun dengan anggaran total Rp 870 miliar, yang merupakan program hulu sampai hilir.

Anggaran dari pusat, kata dia, sebesar Rp 329 miliar, Pemkot Rp 124 miliar, dan swasta Rp 417 miliar. 

"Yang kita lihat,  proyek ini sehat, karena sambungan pipanya lebih 60 persen. Dan kapasitas 1.000 liter per detik. Melayani 70 ribu sambungan rumah tangga, melayani 350 ribu jiwa di wilayah Semarang Barat, Ngaliyan, dan Tugu," tambahnya

Pria asal Solo ini menyebut jika SPAM Semarang Barat menjadi pilot project pembangunan pipa perkotaan di Semarang.

Ia pun menitipkan agar megaproyek ini bisa dikelola dengan baik.

"Terakhir saya titip SPAM Semarang Barat dikelola dengan baik, dan berfungsi dengan baik harga terjangkau dan berkesinambungan," pesannya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan, jika SPAM Semarang Barat ini merupakan proyek kolaborasi antara Pusat, yakni Kementrian PUPR, Pemkot Semarang, dan pihak swasta untuk memenuhi kebutuhan air minum di Kecamatan Semarang Barat, Ngaliyan dan Tugu.

"Dengan sistem KPBU ini ada kepedulian dari pemkot, misalnya tahun 2023 lalu kita ada penyertaan modal bertahap melalui PDAM. Tahun ini terakhir, kita sertakan modalnya," bebernya.

Mbak Ita –sapaan akrabnya—berharap dengan program KPBU tersebut bisa diwujudkan dalam penyediaan air bersih, dan menjadi contoh KPBU yang berhasil.

Mbak Ita mengaku sudah menyampaikan ke Presiden Joko Widodo terkait TPA Jatibarang yang akan dibuat dengan sistem serupa.

"Tadi saya sampaikan ke Pak Presiden, TPA akan dibuat sistem serupa, yakni pengelolaan sampah menjadi listrik. Beliau mendorong, agar bisa direalisasikan. Saat ini, progresnya sudah sampai di Kementerian Keuangan," katanya.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang E Yudi Indardo menambahkan,  dalam sistem KPBU ini, pemerintah daerah membeli air curah dari swasta, kemudian disalurkan ke masyarakat di tiga kecamatan tersebut. 

"Jaringan distribusi ke masyarakat masih terus. Dilanjutkan dengan pipa kecil. Mudah -mudah Tugu cepat, tinggal Tugu saja yang jalur aksesnya ditambah," ujar Yudi. 

 

Ia juga menegaskan, dengan adanya SPAM Semarang Barat,  air yang diambil dari Kaligarang bisa lebih difokuskan ke wilayah Semarang bagian Tengah dan Utara. 

"Air yang sebelumnya kan dari Kaligarang, kita stop. Sehingga Kaligarang konsentrasi ke Semarang Tengah dan Utara," katanya. (den/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#ngaliyan #spam semarang barat #pemkot semarang #jokowi #mbak ita