RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Curug Wadas Cepit merupakan air terjun di Magelang yang masih tersembunyi dan belum banyak diketahui oleh khalayak umum.
Suasananya sejuk dan asri, cocok untuk kalian yang ingin healing sejenak dari keramaian kota.
Curug Wadas Cepit berlokasi di Dusun Kranggan Kidul, Desa Sudimoro, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.
Curug ini memiliki kedalaman sekitar 3 meter.
Untuk menuju lokasi, akses kondisi jalan yang dilalui belum cukup baik karena beberapa titik masih ditemui jalan becek dan tergenang air, sehingga cenderung licin.
Pengunjung perlu berhati-hati karena akses jalan menuju curug ini berdekatan dengan area tambang depo pasir, sehingga banyak truk-truk pengangkut material yang berlalu lalang.
Lokasi ini merupakan bagian dari Sungai Krasak yang biasa digali warga untuk mengambil material pasir.
Dari aktivitas itu terbentuk grojogan tahun 2020, meski saat itu masih dipenuhi oleh pasir dan belum terlihat menarik.
Seiring waktu, rerumputan tumbuh dan beberapa orang yang bermain di sana menemukan keindahan air terjun tersebut, hingga akhirnya dinamakan curug Wadas Cepit, karena dari tanah wadas yang dikelilingi oleh bebatuan.
Curug Wadas Cepit cocok untuk berbagai aktivitas seru seperti berenang, tubing menggunakan ban, memancing, hingga melakukan kegiatan burger river bersama keluarga atau teman.
Tempat ini juga menjadi favorit karena banyak spot foto yang menarik, mulai dari air terjunnya, aliran sungai, dan sekitar pemandangan hijau yang instagramable.
Hingga saat ini, Curug Wada Cepit belum dikelola secara resmi.
Tidak ada fasilitas pendukung seperti area parkir, warung, maupun loket tiket masuk.
Pengunjung pun tidak dikenai biaya (HTM) untuk menikmati keindahan air terjun ini.
Meski akses jalan menuju Curug Wadas Cepit perlu sedikit perjuangan, namun wisata ini tetap layak untuk dikunjungi dengan menikmati keindahan dan suasananya sekaligus bersama keluarga atau teman.
Pengunjung disarankan tetap waspada karena beberapa titik akses jalan masih becek dan tergenang air, serta perlu berhati-hati saat berpapasan dengan truk pengangkut pasir di jalur menuju lokasi ini. (diah ardi saputri/jihan zalfatul nur'ani/aro)
Editor : H. Arif Riyanto