Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Wisata Alam di Tambi Tes Resort : Belajar dan Menikmati Secangkir Teh di Hamparan Hijau Menyegarkan

Sigit Rahmanto • Minggu, 1 Februari 2026 - 12:05 WIB
Wisatawan foto di depan hamparan perkebunan teh Tambi Wonosobo.
Wisatawan foto di depan hamparan perkebunan teh Tambi Wonosobo.

RADARMAGELANG.IDWonosobo - Tidak semua perjalanan wisata ke Wonosobo harus berakhir di Dieng. Di kaki Gunung Sindoro, hamparan hijau membentang.

Bukan ladang kentang, melainkan kebun teh yang tenang, rapi, dan menyimpan cerita panjang. Di sanalah Tambi Tea Resort digagas dengan menghadirkan pengalaman berwisata yang menarik.

Tambi Tea Resort berada di jantung perkebunan teh Tambi di Desa Tambi Kecamatan Kejajar, Wonosobo.

Di resort tersebut menawarkan pengalaman menarik. Mulai dari belajar, menginap dan menikmati alam yang takkan membosankan. 

Kawasan ini membentang seluas 800 hektare yang sejak lama menjadi denyut industri teh Wonosobo. Udara sejuk pegunungan, lanskap hijau berlapis-lapis, serta aroma teh yang kuat terasa sejak pagi menjadi sambutan pertama bagi setiap tamu.

“Tambi Tea Resort ini sangat istimewa. Kami dikelilingi kebun teh, dan di atasnya ada pabrik pengolahan teh,” ujar Direktur Maju Bersama Tambi (MBT), Lita Muwardani Sutejo, Jumat (16/1/2026) 

Keistimewaan itu bukan sekadar panorama. Di sini, salah satu aktivitas unggulan adalah tur kebun dan pabrik.

Dengan pendampingan tour leader, pengunjung menelusuri kebun teh, mengenal cara tanam, perawatan, hingga jenis-jenis teh yang tumbuh subur di lereng Sindoro.

Pengunjung akan diajak ke pabrik. Daun teh segar yang baru dipetik diproses tahap demi tahap, hingga akhirnya menjadi produk siap edar.

“Saat masuk pabrik, akan dijelaskan pengolahan teh dari daun datang sampai menjadi produk akhir,” kata Lita.

Konsep ini menjadikan Tambi Tea Resort bukan sekadar tempat beristirahat, tetapi ruang belajar terbuka bagi keluarga, pelajar, hingga rombongan institusi.

Proses pengolahan teh di pabrik menjadi pengetahuan berharga bagi wisatawan.
Proses pengolahan teh di pabrik menjadi pengetahuan berharga bagi wisatawan.

Cerita tentang teh juga dirangkai di Museum Teh Tambi. Berbeda dari museum industri kebanyakan, museum ini tidak memajang mesin-mesin besar. Yang dihadirkan justru sejarah dan budaya teh.

Tentang bagaimana teh hadir, berkembang, dan menjadi bagian dari kehidupan sosial. “Teh di sini bukan hanya diminum, tapi dinikmati,” ujar Lita.

Sebagai resort, fasilitas penunjang disiapkan lengkap. Kamar penginapan, kafe, restoran, hingga gedung serbaguna tersedia.

Tambi Tea Resort juga melayani berbagai paket meeting, gathering, sampai pernikahan dengan dua gedung utama dan ruang pertemuan yang terintegrasi dengan restoran.

Letaknya yang hanya sekitar 12 kilometer dari Dieng menjadi nilai tambah. Pengelola menyediakan paket wisata dengan jeep ke sejumlah destinasi favorit, seperti Bukit Sikunir, Kawah Sikidang, Telaga Menjer, kebun teh Panama dan Sikatok di lereng Sindoro.

Bagi pencinta petualangan, tersedia pula paket tracking dan hiking jarak jauh di area kebun teh. Bahkan untuk rute 10 hingga 25 kilometer, fasilitas antar jemput telah disiapkan.

Pengunjung akan disuguhi pengalaman menarik seputar teh di Tea Resort Tambi Wonosobo.
Pengunjung akan disuguhi pengalaman menarik seputar teh di Tea Resort Tambi Wonosobo.

Di Wonosobo, kebun teh Tambi terbentang di tiga wilayah utama Tambi–Kejajar, Bedakah di sekitar Telaga Bedakah, serta Tanjungsari, Sapuran.

Area tertinggi berada di sekitar Tambi Tea Resort, tepat di kaki Sindoro. Dengan produktivitas sekitar dua ton per hektare per tahun, ribuan ton teh diproduksi setiap tahunnya.

Perkebunan Tambi dulu milik perusahaan Belanda, Bagelen Thee and Kina Maatschappij.

Namun berbeda dengan kebun eks Belanda lain yang dinasionalisasi, Tambi tetap dikelola swasta hingga kini.

Agresi militer Belanda pada 1948 menjadi titik balik. Para pekerja menolak kembalinya Belanda, membakar pabrik dan sebagian kebun.

Dari puing-puing itulah, Tambi bangkit, menyatukan lahan, dan berkembang di bawah pengelolaan swasta nasional. “Sekarang, Tambi menjadi satu-satunya perkebunan teh eks-Belanda yang dimiliki swasta,” pungkas Lita. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Lita Muwardani #Tambi Tea Resort #kebun teh #Kecamatan Kejajar #hamparan hijau