Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Unik! Balkondes di Borobudur ini Paling Beda dengan yang Lain dengan Arsitektur Gaya Jengki

Magang Radar Magelang • Senin, 14 April 2025 | 22:48 WIB

Penginapan dengan gaya arsitektur Jengki di Balkondes Wringinputih Borobudur
Penginapan dengan gaya arsitektur Jengki di Balkondes Wringinputih Borobudur

RADARMAGELANG.ID–Balkondes Wringinputih berlokasi di Dusun Bojong RT 1 RW 8, Desa Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Tempat ini menawarkan berbagai fasilitas seperti penginapan, amphitheater, dan aula serbaguna untuk keperluan gathering maupun meeting, serta restoran yang melayani pengunjung untuk membeli makanan, camilan, atau sekadar ngopi.

Terdapat 19 kamar penginapan yang terbagi ke dalam tiga tipe villa, yaitu Studio, Family, dan Suite.

Pada hari biasa, harga penginapan kategori Studio dipatok Rp500 ribu, Family Rp1,5 juta, dan Suite Rp1,9 juta per malam.

Sementara pada masa high season atau libur panjang, harga naik menjadi Rp600 ribu untuk Studio, Rp1,6 juta untuk Family, dan Rp2 juta untuk Suite.

Seluruh kamar telah dilengkapi dengan fasilitas water heater.

Khusus tipe Family, tersedia ruang tengah yang dilengkapi dengan sofa, televisi, dapur, serta meja dan kursi makan.

Selain itu, Balkondes Wringinputih juga memiliki sebuah lapangan rumput yang digunakan untuk kegiatan jemparingan, bermain paintball, serta outbound.

Balkondes Wringinputih dibangun di atas tanah bengkok yang sebelumnya merupakan sawah dan memiliki luas hingga 10.000 meter persegi.

Diresmikan pada tahun 2017 dengan tema tradisional serba bambu.

Pada saat peresmian tersebut, Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo turut hadir.

“Dulu Pak Jokowi langsung ke sini pada saat peresmian lima balkondes paling awal, termasuk Wringinputih,” ujar Nugroho Dwi Setiawan, 26, asisten manajer operasional Balkondes Wringinputih.

Delapan tahun berselang, Balkondes Wringinputih tampil dengan wajah baru setelah mengalami perombakan total yang selesai pada 2023.

Kepada Jawa Pos Radar Magelang, Nugroho bercerita perombakan ini dilatarbelakangi oleh putusnya komunikasi antara Balkondes Wringinputih dan sponsornya, Pertamina, sejak 2019, serta kondisi fasilitas yang semakin memprihatinkan.

Kemudian pada 2020, dilantik direktur baru Rizal Arifin.

Melalui koneksi, proposal, serta laporan perkembangan yang baik dan tren positif, Rizal berhasil membangun kembali komunikasi dengan Pertamina.

Awalnya, hanya direncanakan untuk renovasi, namun akhirnya disepakati dilakukan perombakan total yang mengubah tampilan Balkondes Wringinputih secara signifikan, menjadikannya sangat berbeda dari balkondes lainnya.

Panggung atau amphiteater, salah satu fasilitas di Balkondes Wringinputih Borobudur.
Panggung atau amphiteater, salah satu fasilitas di Balkondes Wringinputih Borobudur.

Berbeda dari kebanyakan balkondes yang mengusung tema tradisional, Balkondes Wringinputih kini tampil dengan nuansa modern dan mengadopsi arsitektur bergaya Jengki.

“Sebenarnya ini adalah keinginan dari Pertamina, mereka ingin Balkondes Wringinputih menjadi yang paling berbeda dengan yang lain,” ungkap Nugroho.

Gaya Jengki merupakan gaya arsitektur modernis pascaperang yang berkembang di Indonesia pada era 1950–1960-an dengan pengaruh kolonial Belanda.

Keunikan gaya modern ini menjadi solusi atas berbagai keterbatasan yang dimiliki Balkondes Wringinputih, seperti tidak adanya pemandangan alam yang menarik, lokasi yang jarang terjamah wisatawan, dan minimnya perkembangan pariwisata di wilayah utara Borobudur.

Desain modern yang ditawarkan kini justru menjadi daya tarik tersendiri.

Saat momen liburan seperti Lebaran, Waisak, Borobudur Marathon, libur akhir tahun, serta libur kenaikan kelas, Balkondes Wringinputih mengalami lonjakan jumlah pengunjung.

Pada periode ramai ini, pihak balkondes mempekerjakan warga sekitar secara kasual.

Selain itu, Balkondes Wringinputih juga aktif memperkenalkan UMKM lokal kepada para tamu dengan cara mengarahkan mereka langsung ke lokasi usaha, bukan menjualkan produk mereka di area Balkondes.

“Nanti kalau dari UMKM yang jualnya lewat sini, tidak ada unsur pengenalannya, jadi kita pilih untuk mengarahkan pengunjung ke UMKM-nya langsung,” jelas Nugroho.

Salah satu sumbangsih terbesar Balkondes Wringinputih kepada masyarakat adalah program beasiswa kuliah “Satu Rumah Satu Sarjana” yang telah berjalan sejak 2021.

Beasiswa ini diberikan kepada warga Desa Wringinputih dari pendapatan BUMDes, di mana Balkondes menjadi salah satu penyumbang terbesar.

“Sampai sekarang sudah 20 anak yang kita bantu. 2021 ada tiga, 2022 ada delapan, 2023 ada empat, dan 2024 ada lima,” tutur Nugroho.

Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Desa Wringinputih agar mereka kembali dan membangun desa menjadi lebih baik.

Keunggulan yang ditonjolkan oleh Balkondes Wringinputih adalah nuansanya yang modern dengan arsitektur Jengki, sangat berbeda dengan Balkondes lain dan menawarkan kenyamanan dari sejumlah ruang aula indoor yang tidak didapatkan dari pendopo-pendopo terbuka dari Balkondes lain. 

Berbagai figur publik pun pernah mengunjungi tempat ini, seperti Presiden ke-7 Joko Widodo, penyanyi Via Vallen, menantu SBY Annisa Pohan, komentator sepak bola Bung Valentino, dan penyanyi lawas Tri Utami.

Keberhasilan Balkondes Wringinputih dalam mengelola keterbatasan menjadi keunggulan telah menarik perhatian banyak pihak.

Di antaranya, desa dari luar daerah seperti Gunungkidul dan Jepara pernah melakukan studi banding ke tempat ini.

Desa dari Gunungkidul belajar tentang Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan potensi wisata dalam ekonomi desa, sedangkan dari Jepara mempelajari tentang pengelolaan lingkungan. (rizky wibowo/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#jengki #candi borobudur #wisata borobudur #Balkondes #borobudur #arsitektur #Balkondes Wringinputih