RADARMAGELANG.ID, JAKARTA - Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto secara tegas mengungkapkan indeks demokrasi di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjalan dengan baik.
Prabowo membela Jokowi yang mengatakan demokrasi sudh berjalan baik.
Menyikapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Citra Institute, Yusak Farchan mengatakan, Prabowo dengan lantang ‘membalas’ penyataan Anies saat debat perdana beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Jaga Demokrasi Sehat, Prabowo Bawa Gagasan Bukan Propaganda Negatif
Ia menambahkan, Prabowo melakukan balasan yang tepat kepada pernyataan Anies tersebut.
“Perdebatan soal demokrasi itu Pak Anies mempertanyakan atau menganggap bahwa demokrasi kita saat ini kan sedang dalam kondisi stagnan atau melemah, jadi singkat kata Pak Anies melakukan kritik secara terbuka terhadap pemerintahan Pak Jokowi dalam hal penguatan pilar-pilar demokrasi,” kata Yusak, ketika dihubungi, Jumat (15/12/2023).
“Tapi itu sudah dijawab oleh Pak Prabowo dan saya kira Pak Prabowo melakukan skak mat kepada Pak Anies ketika menjawab pertanyaan itu dengan singkat, padat dan memang mengena,” sambung Yusak.
Jika dibedah lebih mendalam, indeks demokrasi di Indonesia selama masa kepemimpinan Presiden Jokowi menunjukkan tren kenaikan.
Selama masa kepemimpinan Presiden Jokowi, indeks demokrasi di Indonesia terus membaik.
Bila dilihat trennya pada awal kepemimpinan Presiden Jokowi di 2014 hingga 2023 ada peningkatan angka indeks demokrasi.
Adapun peningkatan angka demokrasi itu melesat dari semula 73,04 menjadi 80,41.
Oleh karena itu, Yusak menyimpulkan, adanya kekeliruan dari pernyataan Anies kepada Prabowo di debat perdana beberapa waktu lalu.
Jika demokrasi di era Presiden Jokowi tidak berjalan dengan baik, Anies tidak mungkin menjadi Gubernur DKI Jakarta di era kepemimpinan Presiden Jokowi.
“Nah jawabannya adalah tidak mungkin demokrasi bisa bekerja kalau Pilkada DKI Jakarta tidak dimenangkan oleh Pak Anies, artinya kalau demokrasi dianggap tidak kerja, tidak mungkin partai oposisi seperti Gerindra yang menyediakan tiket pencalonan kepada Pak Anies ini bisa mengantarkan Pak Anies terpilih sebagai Gubernur DKI,” tutur Yusak.
“Karena kan lawan Pak Anies kan waktu itu Pak Ahok yang punya resource politik segala-galanya di semua bidang kan, jadi kalau dianggap demokrasi tidak bekerja dengan baik tidak mungkin oposisi dan Pak Anies bisa naik menjadi Gubernur dan mendapatkan mandat rakyat untuk memimpin Jakarta. Saya kira poin itu cukup menarik,” pungkasnya. (web/ikl/isk)
Editor : Tasropi