Minim, Peralatan Basarnas Borobudur, Anggota DPR RI Sofwan Dedy Upayakan CSR dan Donatur

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Dipublikasikan Minggu, 1 November 2026 | 20:16 WIB
Anggota DPR RI Komisi V Sofwan Dedy Ardyanto (batik merah) saat mengunjungi kantor Basarnas Unit Siaga Borobudur, Minggu (1/11/2026). (ROFIK SYARIF/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Anggota DPR RI Komisi V Sofwan Dedy Ardyanto (batik merah) saat mengunjungi kantor Basarnas Unit Siaga Borobudur, Minggu (1/11/2026). (ROFIK SYARIF/JAWA POS RADAR MAGELANG) 

RADARMAGELANG.ID, Mungkid—Basarnas Unit Siaga Borobudur mengeluhkan minim peralatan.

Padahal wilayah Kabupaten Magelang rawan terjadi bencana dan kejadian, seperti kecelakaan yang membutuhkan bantuan dari SAR. 

"Ya, memang peralatan di sini minim. Khususnya untuk penanganan kecelakaan lalu lintas. Ya, lebih ke penanganan korbannya, peralatan kami terbatas," kata anggota Basarnas Unit Siaga Borobudur Ryan Aris Pratama saat menyambut kehadiran Anggota DPR RI Komisi V Sofwan Dedy Ardyanto, Minggu (1/11/2026).

Selama ini, lanjut Ryan,  pihaknya hanya bisa menunggu bantuan peralatan dari pusat. “Kalau untuk menambah alat, sementara kita nunggu dari pusat,”tandasnya.

Sofwan Dedy Ardyanto saat berkunjung ke kantor Unit Siaga Basarnas Borobudur di Jalan Magelang-Purworejo, Kecamatan Mertoyudan, mengaku sebenarnya hanya untuk silaturahmi.

Ia mengajak sharing dan mendengar keluh kesah para anggota Basarnas. 

“Dinamika di lapangan justru bisa kita serap dari kunjungan seperti ini,” ujarnya.

Menurutnya, anggaran Basarnas terlalu kecil.

Sangat timpang dengan tugas berat yang diemban. 

“Antara tugas yang harus diemban oleh Korp Basarnas dengan dukungan anggaran sangat timpang,” tegas Sofwan.

Ia selalu minta anggaran lembaga lain digeser ke Basarnas.

Alasannya logis, wilayah Indonesia hidup di ring of fire.

Bencana lebih pasti datang ketimbang perang atau terorisme.

"Nek bencana dan kecelakaan itu yang selalu kita hadapi. Meskipun sama-sama penting, tapi ya jangan sampai anggaran untuk kebencanaan dikurangi,” tandasnya.

Apalagi jika melihat kondisi di sejumlah wilayah, seperti di Magelang dan sekitarnya, yang ada Gunung Merapi dan Merbabu.

Termasuk menjelang musim hujan, pastinya mereka bersiaga antisipasi bencana tanah longsor.

“Di sini ada banyak potensi longsor. Mestinya menurut saya ya peralatannya itu kualifikasinya 10 kali lipat dari yang ada sekarang," katanya.

Sofwan pun membuka opsi lain.

Yakni, bisa melalui sistem CSR atau bantuan donatur.

“Dengan terbatasnya support dari pemerintah pusat, ya apa yang bisa kita bantu lakukan, kita coba bantu untuk menjembatani CSR dan donatur ataupun hamba Allah,” ujarnya. (rfk)

 

Editor : H. Arif Riyanto
Peralatan anggaran minim Sofwan Dedy Ardyanto csr basarnas