Gemilang Fest 2026: Festival Literasi Magelang Wadahi Inovasi Perpustakaan Desa dan Komunitas Literasi  

Magang Radar Magelang • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 00:09 WIB
Suasana stan Perpustakaan Cahaya Desa Tegalrandu, Srumbung, Kabupaten Magelang, Rabu (9/9/2026). (DWIAYU MULAN SYAWALIA/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Suasana stan Perpustakaan Cahaya Desa Tegalrandu, Srumbung, Kabupaten Magelang, Rabu (9/9/2026). (DWIAYU MULAN SYAWALIA/JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Mungkid—Festival Literasi Magelang 2026 atau Gemilang Fest kembali hadir di halaman kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magelang.

Tidak hanya menghadirkan bazar buku dan pertunjukan saja, ada juga stan perpustakaan desa dan komunitas literasi di Kabupaten Magelang. 

Perpustakaan Cahaya dari Desa Tegalrandu, Kecamatan Srumbung menjadi salah satu peserta yang mengikuti festival tersebut.

Berdiri sejak 2008, perpustakaan ini sempat vakum akibat erupsi Gunung Merapi pada 2010 lalu, dan kembali aktif pada 2025.

Avin Yuniarti, penjaga stand menjelaskan, ada berbagai program unggulan yang dimiliki perpustakaan tersebut, mulai dari read aloud (membaca nyaring orang tua dan anak), literasi parenting, literasi kesehatan, pertanian, seni budaya, hingga program les gratis bagi siswa SD dan MI.

“Anak-anak banyak yang datang ke perpustakaan kami buat les, karena kami tidak memungut biaya sepeserpun, pengajarnya dari salah satu guru PAUD yang mengajar Bahasa Inggris juga di sebuah sekolah di Magelang,” ujar Avin Yuniarti kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Kehadiran Perpustakaan Cahaya di Gemilang Fest memiliki tujuan lebih dari sekadar mempromosikan perpustakaan tersebut kepada masyarakat umum, tetapi juga untuk mengenalkan potensi literasi serta produk UMKM warga Desa Tegalrandu, seperti durian, kembang goyang dan berbagai bibit tanaman buah.

Inovasi serupa ditunjukkan oleh Rumah Baca Kadiluwih.

Perpustakaan ini berdiri sejak 2019, namun baru memiliki bangunan mandiri pada 2021.

Ketua Rumah Baca Kadiluwih Maulin Otto Saputri menjelaskan, tujuan perpustakaan ini sebagai tempat pengembangan diri dan pusat kegiatan masyarakat.

“Tujuannya untuk menarik minat warga Magelang untuk mengenal perpustakaan daerah. Nggak melulu soal buku, tapi juga merupakan pusat kegiatan dan pengembangan diri,” ujar Maulin Otto Sputri kepada Jawa Pos Radar Magelang, Rabu (9/9/2026).

Perpustakaan Desa Kadiluwih ini bekerja sama dengan LKV Fornama, serta memiliki berbagai program unggulan, seperti les Bahasa Inggris, les menari, dan workshop batik Shibori.

Selain ada berbagai perpustakaan desa, di Gemilang Fest juga terdapat beberapa komunitas literasi yang tak kalah menarik,

Salah satunya Komunitas Kampung Dongeng Indonesia.

Komunitas yang berdiri sejak 2009 ini diprakarsai oleh Awam Prakoso.

Komunitas Kampung Dongeng Magelang ini baru bergabung pada 2017 yang diketuai oleh Ahmad Damar Arifin.

Keikutsertaan Komunitas Kampung Dongeng Indonesia ini menjadi sarana promosi dari program-program yang dimiliki, di antaranya dongeng keliling sekolah dan desa, pelatihan mendongeng, , pelatihan menulis cerita, workshop crafting atau membuat karya ilustrasi dongen.

Hajjar, istri Ketua Kampung Dongeng menjelaskan, sebagai penggiat literasi, komunitas ini melalui cara mendongeng.

“Kegiatan unggulan kita sebagai penggiat literasi melalui dongeng. Jadi, setiap satu bulan sekali kita adakan pekan ceria. Nah, di pekan ceria itu biasanya berganti-ganti kegiatannya. Ada mendongeng, pelatihan mendongeng, pelatihan menulis dongeng, atau menulis cerita, workshop crafting atau membuat karya ilustrasi dongeng,” jelas Hajjar. (mg6/mg9)

 

Editor : H. Arif Riyanto
Festival Literasi Perpusdes kampung anggrek perpustakaan rumah baca