RADARMAGELANG.ID, Mungkid- Penguatan literasi digital melalui pemahaman personal branding menjadi fokus dalam kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Bandongan, Kabupaten Magelang pada Kamis (3/9/2026).
Kegiatan ini melibatkan siswa sebagai peserta dengan mengangkat tema “Personal Branding di Era Digital”. Diawali dengan sesi perkenalan oleh Tim Dosen Pengabdian.
Yaitu, Alifiasnyah Deto Rahmana Putra, S.Si., M.A. selaku ketua kegiatan pengabdian, dilanjutkan oleh Wahyu Eka Putri, S.K.Pm., M.Si. dan Akhmad Roqi Alawi, S.Sos., M.I.Kom sebagai anggota pengabdian.
Pada sesi awal, siswa diajak melihat kembali profil media sosial mereka, mulai dari foto profil, username, bio, highlight, hingga beberapa unggahan terakhir.
Peserta kemudian diarahkan untuk melihat bagaimana orang lain mungkin memberikan kesan terhadap diri mereka hanya berdasarkan apa yang ditampilkan di media sosial.
Baca Juga: Workshop TikTok Dorong Komunitas Ecoprint Ron Tinata Perluas Pemasaran Digital
Materi kemudian membahas pengertian personal branding sebagai proses membangun dan mengomunikasikan identitas, kemampuan, nilai, serta karakter diri kepada orang lain.
Sederhananya, personal branding merupakan hal yang membuat seseorang dikenal dan diingat oleh orang lain.
Dalam materi juga ditekankan bahwa personal branding berbeda dengan pencitraan karena harus menunjukkan diri secara autentik, positif, konsisten, dan relevan.
Selain membahas identitas diri, siswa juga diajak memahami pentingnya jejak digital.
Berbagai aktivitas di media sosial, seperti unggahan, story, komentar, caption, foto, username, hingga interaksi dengan pengguna lain dapat menjadi bagian dari jejak digital yang memberikan dampak di kemudian hari.
Peserta diajak mempertimbangkan apakah jejak digital yang mereka tinggalkan saat ini masih akan membuat mereka nyaman ketika dilihat beberapa tahun mendatang.
Dalam penyampaian materi, siswa tidak hanya menjadi pendengar. Pemateri menyelingi kegiatan dengan sesi tanya jawab seputar personal branding dan kehidupan mereka di media sosial.
Interaksi tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, serta menghubungkan materi dengan pengalaman mereka sehari-hari.
Untuk membuat kegiatan lebih interaktif, pemateri juga memberikan sejumlah challenge yang mendorong siswa untuk berani maju dan berpartisipasi di depan peserta lainnya.
Salah satu tantangan yang diberikan adalah “Bio Makeover”, yaitu menulis ulang bio media sosial dengan mencantumkan identitas diri, minat atau kemampuan, serta nilai atau tujuan yang sedang dibangun.
Tantangan lainnya berupa “Caption Battle”. Dalam kegiatan tersebut, siswa diminta membuat caption berdasarkan foto kegiatan dengan menggunakan formula What, So What, dan Now What.
Tantangan ini tidak hanya melatih kreativitas siswa dalam membuat tulisan, tetapi juga mengajarkan mereka untuk menyampaikan cerita dan pesan melalui konten digital.
Antusiasme siswa terlihat dari keberanian beberapa peserta untuk maju dan mengikuti challenge yang diberikan.
Kegiatan yang dikemas melalui diskusi, tanya jawab, dan tantangan tersebut membuat penyampaian materi personal branding berlangsung lebih komunikatif dan partisipatif.
Setelah seluruh materi dan challenge selesai, siswa yang berhasil mengikuti tantangan mendapatkan doorprize dari pemateri. Pemberian doorprize menjadi bentuk apresiasi sekaligus penutup dari rangkaian kegiatan.
Melalui kegiatan ini, siswa SMA Negeri 1 Bandongan tidak hanya diperkenalkan pada konsep personal branding, tetapi juga diajak untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Materi menekankan pentingnya berpikir sebelum mengunggah sesuatu, menunjukkan karya dan aktivitas positif, menghormati orang lain, memeriksa kebenaran informasi, menjaga privasi, serta tetap konsisten dengan identitas diri yang sebenarnya.
Kegiatan pengabdian tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk membangun citra diri yang positif di ruang digital.
Sekaligus memahami bahwa setiap aktivitas yang dilakukan di media sosial dapat menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam membentuk identitas dan reputasi di masa depan. (rls/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo