36 Lapak PKL Soepardi Ditata Ulang, Pedagang Kian Nyaman Berjualan

Magang Radar Magelang • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:38 WIB
Deretan PKL Lapangan Drh. Soepardi, Kabupaten Mungkid setelah ditata ulang, Rabu (26/8/2026). (MARDIANA PUTRI KURNIAWAN/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Deretan PKL Lapangan Drh. Soepardi, Kabupaten Mungkid setelah ditata ulang, Rabu (26/8/2026). (MARDIANA PUTRI KURNIAWAN/JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Kawasan sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) di Lapangan drh. Soepardi, Sawitan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang resmi beroperasi kembali pascarenovasi.

Penataan kawasan ini menyediakan fasilitas penunjang yang lebih terintegrasi bagi puluhan UMKM di lokasi tersebut.

Sentra kuliner yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ini membangun 36 lapak baru bagi anggota paguyuban PKL Barokah Sawitan.

Lapak berukuran 3,5 x 3 m ini mencakup fasilitas berupa instalasi listrik, jaringan air bersih, tempat cuci tangan pengunjung, serta alokasi satu meja dan dua kursi di setiap lapak.

Salah satu pedagang kuliner yang menjual nasi ayam katsu dan nasi telur Setyawati mengungkapkan, pembaharuan sarana ini meningkatkan kerapian dan kebersihan dibanding sebelumnya.

“Senang sekali karena setelah ditata kelihatan lebih rapi, fasilitas lebih lengkap, ada air dan listrik bikin orang yang berkunjung ke sini lebih nyaman,” ucap pedagang yang akrab disapa Tya ini kepada Jawa Pos Radar Magelang, Rabu (27/8/2026).

Terkait omzet penjualan, Tya menyebutkan bahwa pendapatan harian dalam kurun waktu kurang dari dua minggu ini masih relatif stabil dan belum menunjukkan lonjakan omzet yang signifikan. 

Puncak kunjungan terlihat pada Minggu pukul 07.00 sampai 10.30 WIB yang bertepatan dengan agenda senam di pendopo Lapangan drh. Soepardi.

Kalo rame itu hari Minggu, karena di pendopo ada senam tiap hari Minggu,” ucap Tya.

Dikatakan, beban biaya penggunaan listrik ditanggung bersama secara merata oleh 36 anggota paguyuban. 

Sedangkan untuk menjaga kebersihan lapak tempat jualan, tiap harinya ditanggung secara mandiri oleh pedagang.

Penentuan posisi lapak menggunakan sistem undian nomor.

Di setiap lapak membatasi sebanyak dua menu berat dan tanpa batasan untuk menu ringan.

Selama penggunaan lapak PKL ini, belum diberlakukan uang sewa..

“Untuk saat ini belum ada kelanjutan berapa retribusinya, karena belum ada pertemuan lagi. Mungkin nanti bisa menyesuaikan karena ini masih baru banget, Mbak,” tutur Tya .

Meskipun fasilitas fisik telah memadai, Setyawati yang telah berdagang selama tujuh tahun ini mengaku menghadapi tantangan akibat menjamurkan UMKM baru di kawasan sekitar.

Keadaan tersebut membuatnya lebih telaten dan terus berinovasi pada variasi menu makanan.

“Tantangannnya sekarang makin banyak UMKM baru, jadi harus lebih sabar dan telaten mencari menu baru. Harapan kami ke pengelola, semoga ke depannya dibangun ikon daya tarik di area lapangan ini agar masyarakat tertarik mampir  ke sini,” harapnya. (mg10/mg3/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
pkl Lapangan drh Soepardi Lapangan Drh Soepardi Kota Mungkid dinas lingkungan hidup retribusi