RADARMAGELANG.ID, Mungkid–Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Giyanti, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sejak Senin (10/8/2026) hari ini.
Penghentian operasional ini dilakukan imbas dari dugaan keracunan masal yang dialami puluhan siswa SMPN 3 Candimulyo dan MI Nurul Hidayah Trenten, Kabupaten Magelang.
SPPG ini menyediakan sebanyak 1.800 porsi setiap harinya yang didistribusikan ke-23 sekolah dan Posyandu yang melayani kalangan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Sebelumnya, menu yang diberikan SPPG Giyanti berupa nasi kebuli, telur, orek tempe, acar, dan anggur.
Dari menu inilah yang diduga sebagai penyebab munculnya gejala mual, pusing, dan muntah yang dialami oleh sebanyak 28 orang.
Pantauan Jawa Pos Radar Magelang di lokasi, Senin (10/8/2026), SPPG Giyanti yang berlokasi di Desa Tempak, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, masih terlihat adanya aktivitas pegawai.
Di luar masih terlihat sejumlah kendaraan pegawai terparkir.
Namun kegiatan masak menu MBG sudah dihentikan.
Saat ditemui, Kepala SPPG Giyanti menolak untuk diwawancarai dan menyebutkan namanya.
Ia menyampaikan penolakan tersebut dikarenakan situasi usai kejadian dugaan keracunan MBG tersebut masih belum stabil.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa prosedur ini memerlukan izin dari KPPG (Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi) Sleman.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Dr. Lies Pramudiyanti mengungkapkan, pihaknya telah mengambil sampel makanan dan sampel muntahan ke laboratorium kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan.
Melalui uji laboratorium inilah yang akan menjadi salah satu bahan penting dalam mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan pada siswa sekaligus mengevaluasi dan menindaklanjuti permasalahan yang terjadi pada Jumat (7/8/2026) lalu.
Penghentian operasional SPPG Giyanti akan tetap berlanjut hingga mendapatkan surat perizinan operasional kembali dari BGN pusat.
Operasional akan kembali berjalan setelah seluruh standar keamanan makanan dipastikan terpenuhi. (mg10/mg3/aro)
Editor : H. Arif Riyanto