RADARMAGELANG.ID, Mungkid —Program Belonjo Warung Tonggo yang digagas Bupati Magelang Grengseng Pamuji mencatat nilai transaksi Rp203 juta lebih hanya dalam waktu dua bulan sepuluh hari. Angka itu berasal dari 5.483 transaksi di tiga desa percontohan.
Ketiga desa percontohan yang jadi pilot project adalah Kelurahan Sawitan, Desa Mendut, dan Desa Deyangan. Program ini resmi dimulai 20 Mei 2026 dan baru menyasar sekitar 1.400 ASN.
“Ini luar biasa. Mengabaikan semua kendala yang masih ada, angkanya sudah menunjukkan hasil,” kata Bupati Magelang Grengseng Pamuji.
Dikatakan, pada tahap awal transaksi baru Rp18 juta, kemudian naik menjadi Rp 73 juta pada periode berikutnya. Secara akumulatif kini sudah menembus lebih dari Rp203 juta.
Meski hasilnya positif, Grengseng meminta perluasan program ke 21 kecamatan ditahan dulu. Ia menekankan SOP di tiga desa harus benar-benar matang sebelum diduplikasi.
“Saya memang minta jangan diperluas dulu. Pastikan tiga desa ini SOP-nya berjalan. Semua kendala kita rumuskan, semua solusi kita siapkan. Kalau sudah terbukti berhasil, baru kita duplikasi ke wilayah lain,” ujarnya.
Grengseng menghitung, jika setiap ASN konsisten membelanjakan Rp 80 ribu per bulan di warung sekitar rumah, perputaran uang di desa bisa berlipat ganda. Dampaknya langsung ke pelaku usaha kecil.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Magelang Edi Wasono menyebut evaluasi ini untuk memastikan kesiapan teknis sebelum diperluas. “Tujuannya memastikan pelaksanaan di tiga desa benar-benar siap. Kalau semua sudah baik, baru program diperluas agar implementasinya lebih efektif,” kata Edi.
Menurut dia, Belonjo Warung Tonggo bukan sekadar gerakan belanja. Program ini dirancang mengubah perilaku konsumsi ASN agar uang berputar di Kabupaten Magelang, sekaligus memperkuat UMKM dan warung milik warga. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto