RADARMAGELANG.ID, Mungkid – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 67 Universitas Tidar (Untidar) mengadakan sosialisasi mengenai sampah. Sebab sampah menjadi persoalan serius yang memerlukan penanganan tepat.
Untuk itu mahasiswa KKN Kelompok 67 Untidar menggelar sosialisasi tersebut di Desa Sambungejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang pada Kamis (30/7/2026). Kegiatan yang bertajuk “Sosialisasi Darurat Sampah: Saatnya Kita Bertindak" ini diikuti oleh ibu-ibu PKK Desa Sambungrejo di aula balai desa setempat.
Tim KKN 67 Untidar diketuai Okto Fadzilah Sya’bani (mahasiswa Teknik Elektro) dengan anggota Dila Karunia (Agroteknologi) Nilam Setya Ningrum (Agroteknologi), Farahdina Nur Arifah (Peternakan), Atiqah Suri (Teknik Industri), Kania Putri Riyandra (Hukum), Rosa Adelia Arifin (Hukum). Kemudian, Muhammad Wildan Sidqi (Teknologi Informasi), Hafidz Lutfi Aufar (Akuakultur) dan Fiki Mustofa (Peternakan).
Sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga secara bijak dan berkelanjutan.
Pada sosialisasi tersebut, menghadirkan narasumber Sofia Latifa dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. Sebagian besar sampah rumah tangga di Desa Sambungrejo langsung dibakar tanpa melalui proses pemilahan.
Selain itu, masih ditemukan adanya kebiasaan membuang sampah ke sungai yang berpotensi mencemari lingkungan, mengganggu kesehatan masyarakat, serta meningkatkan risiko terjadinya banjir.
Dalam pemaparannya, Sofia Latifa menjelaskan, persoalan sampah tidak lagi dapat dianggap sebagai masalah sederhana.
Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari pencemaran tanah, air, dan udara hingga menjadi sumber penyebaran penyakit.
Dikatakan, berbagai regulasi diterbitkan pemerintah mengenai pengelolaan sampah serta pentingnya penerapan prinsip pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
“Dapur merupakan titik awal pengelolaan sampah yang paling efektif. Pemilahan antara sampah organik dan anorganik dapat menjadi langkah sederhana yang memberikan dampak besar terhadap pengurangan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir,”ujarnya.
Selain itu, masyarakat juga didorong untuk mengurangi kebiasaan membakar dan membuang sampah sembarangan, terutama di sekitar area sungai dan tempat umum.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Ibu-ibu PKK aktif mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman mengenai pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing. Juga berdiskusi mengenai solusi yang dapat diterapkan di tingkat rumah tangga.
Interaksi tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk memperoleh pengetahuan baru terkait pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
Sosialisasi tersebut juga menjadi momentum bagi peserta untuk mulai menerapkan pengelolaan sampah dari lingkungan rumah tangga.
Peserta diajak memahami dampak sampah, juga membiasakan diri memilah sampah sesuai jenisnya.
Selain itu, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, serta menghindari pembuangan sampah secara sembarangan.
Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan dan turut mendorong terciptanya lingkungan Desa Sambungrejo yang lebih bersih dan sehat.
Melalui kegiatan ini, Tim KKN 67 Untidar berharap masyarakat Desa Sambungrejo semakin memahami bahwa pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama yang dimulai dari individu hingga keluarga.
Kesadaran tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab sehingga terciptanya lingkungan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (rls/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo