Sosialisasi dan Praktik Pembuatan Pupuk Organik Cair oleh Mahasiswa KKN 66 Untidar di Desa Salam Dorong Kurangi Ketergantungan Pupuk Kimia

Magang Radar Magelang • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 09:41 WIB
Mahasiswa KKN 66 Untidar mengadakan sosialisasi dan praktik pembuatan pupuk organik cair bersama KWT Guyub RukunnDesa Salam, Grabag, Kabupaten Magelang, Senin (20/7/2026). (Dok Tim KKN 66)
Mahasiswa KKN 66 Untidar mengadakan sosialisasi dan praktik pembuatan pupuk organik cair bersama KWT Guyub Rukun Desa Salam, Grabag, Kabupaten Magelang, Senin (20/7/2026). (Dok Tim KKN 66)

 

RADARMAGELANG.ID, Mungkid — Mahasiswa Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 66 Universitas Tidar (Untidar) menyelenggarakan sosialisasi dan peragaan pembuatan pupuk organik cair (POC) bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Guyub Rukun di Desa Salam, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, pada Senin (20/7/2026).

Kegiatan tersebut juga didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Endah.

Sosialisasi bertujuan untuk meminimalisasi penggunaan pupuk kimia, memanfaatkan limbah lokal, dan meningkatkan kualitas media tanam secara berkelanjutan.     

Baca Juga: KKN Jatirejo Universitas Tidar Gelar Sosialisasi Peduli Lingkungan sebagai Upaya Bela Negara di SD Negeri Mlati 2 Sleman

Pupuk organik cair merupakan pupuk berbentuk cairan yang dihasilkan dari ekstraksi atau pelapukan bahan-bahan organik.

Seperti kotoran hewan dan sisa tanaman, melalui proses fermentasi. 

POC mengandung unsur hara makro dan mikro yang meningkatkan pertumbuhan tanaman serta kesuburan tanah.

Pelaksanaan program kerja ini didukung penuh oleh seluruh anggota KWT Guyub Rukun, Penyuluh Pertanian Lapang (PPL), dan mahasiswa kelompok KKN 66 Untidar.

Mahasiswa terdiri dari Amar Naufal Fayyadl (S-1 Peternakan), Ariel Numara Rafi Yudhistira (S-1 Teknologi Informasi), Ridho Diaz Pranantyo (S-1 Teknologi Informasi), Ali Rozaqi Al-Ghifari (S-1 Teknik Mesin), Arum Aliya Rahma (S-1 Teknik Sipil). 

Kemudian, Adinda Anisa Fadilah (S-1 Teknik Sipil), Palupi Septiana (S-1 Ilmu Administrasi Negara), Regita Dwi Wahyu Wulandari (S-1 Ilmu Administrasi Negara), Dewi Sekar Pembayun (S-1 Hukum), dan Hablana Shyera R.S (S-1 Gizi).

Sosialisasi diawali dengan penyampaian materi teknis mengenai pengertian dan fungsi POC, dampak pemakaian pupuk kimia berlebih, potensi kotoran kambing dan kulit singkong sebagai bahan baku.

Peragaan pembuatan pupuk cair di Desa Salam, Kecamatan Grabag, Kabupaten Malagelang.(Dok Tim KKN 66)
Peragaan pembuatan pupuk cair di Desa Salam, Kecamatan Grabag, Kabupaten Malagelang.(Dok Tim KKN 66)

 

Dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan POC, yang mencakup pencampuran bahan padat dan larutan starter di dalam wadah
tertutup. 

"Pembuatan POC dari kotoran kambing dan kulit singkong ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan memaksimalkan pemanfaatan limbah yang melimpah di sekitar Desa Salam," ujar Amar Naufal Fayyadl dari mahasiswa S-1 Peternakan.

Program ini memiliki keunggulan utama pada efisiensi biaya dan keberlanjutan lingkungan melalui pemanfaatan limbah lokal (kotoran kambing dan kulit singkong) yang melimpah dan metode yang mudah dilakukan oleh anggota KWT Guyub Rukun.  

Namun, program ini juga memiliki kekurangan seperti durasi fermentasi yang cukup lama yaitu minimal 14 hari.

Sosialisasi ini disambut gembira oleh KWT Guyub Rukun. Ketua KWT Guyub Rukun, Istianani Murniatun, S.Pd, menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada mahasiswa KKN Universitas Tidar (Untidar) Magelang atas terselenggaranya pelatihan pembuatan pupuk cair organik dari limbah kotoran kambing dan kulit ketela.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami, khususnya anggota Kelompok Wanita Tani Guyub Rukun, karena memberikan pengetahuan dan keterampilan baru dalam memanfaatkan limbah yang selama ini kurang dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang berguna bagi tanaman. Kegiatan ini tidak hanya mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik, tetapi juga membantu kami dalam mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan menekan biaya pertanian,”ujarnya.

Pihaknya gembira karena mahasiswa KKN Untidar tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik langsung sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh para anggota kelompok.

Dia berharap, ilmu yang telah diberikan dapat terus dikembangkan dan manfaatkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan hasil pertanian serta kesejahteraan anggota kelompok.

“Semoga kerja sama dan kepedulian mahasiswa KKN Universitas Tidar Magelang terhadap masyarakat dapat terus terjalin, dan kegiatan-kegiatan pemberdayaan seperti ini semakin banyak dilakukan di desa kami,”imbuhnya. (mg5/lis).

Editor : Lis Retno Wibowo
tim KKN 66 Untidar pembuatan pupuk organik cair KWT Guyub Rukun Universitas Tidar (Untidar)