Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Bupati Magelang Grengseng Pamuji: Peran Keluarga Sangat Penting Untuk Peningkatan SDM yang Unggul

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Senin, 29 Juni 2026 | 20:18 WIB
Bupati Magelang Grengseng Pamuji saat menjadi pembina upacara Harganas yang diikuti seluruh ASN Kabupaten Magelang, Senin (29/6/2026). 
Bupati Magelang Grengseng Pamuji saat menjadi pembina upacara Harganas yang diikuti seluruh ASN Kabupaten Magelang, Senin (29/6/2026). 

RADARMAGELANG.ID, Mungkid-Di momen upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang, Senin (29/6/2026).

Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul, sehat, dan berkarakter.

Dengan mengenakan pakaian adat Jawa, seluruh pejabat dan ASN di Pemerintah Kabupaten Magelang dengan khidmat mengikuti jalannya upacara Harganas.

Meskipun di tengah teriknya matahari di pagi hari, mereka tetap antusias mendengarkan arahan dari Bupati Magelang.

Mengenai pakaian adat yang dikenakan, ia menyampaikan, bahwa ini merupakan sebuah cara untuk melestarikan pakaian adat khususnya Jawa. 

Dalam arahannya pada upacara kali ini, Grengseng menyampaikan bahwa keluarga memiliki peran strategis dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman sekaligus menjadi kunci keberhasilan dalam peningkatan kualitas generasi mendatang.

Dalam amanat tersebut dijelaskan bahwa dunia saat ini tengah memasuki era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity), yaitu kondisi yang ditandai dengan perubahan yang berlangsung sangat cepat, ketidakpastian, kompleksitas persoalan, serta dinamika yang sulit diprediksi. 

Perkembangan teknologi digital dan perubahan sosial kini telah masuk hingga ke lingkungan keluarga melalui penggunaan gawai yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak.

Grengseng menyampaikan, apabila ketahanan keluarga lemah, derasnya arus perubahan tersebut akan mudah mempengaruhi tumbuh kembang generasi muda.

Oleh karena itu, keluarga harus menjadi benteng utama dalam membentuk karakter, memberikan perlindungan, sekaligus menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada anak sejak dini.

"Ketangguhan keluarga bukan lagi menjadi pilihan, tetapi merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang mampu menghadapi perubahan zaman sekaligus menjadi penentu masa depan bangsa," ujarnya. 

Karena itu, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, Grengseng juga berpesan khusus terhadap pentingnya peran seorang ayah dalam pengasuhan anak.

Kehadiran ayah tidak hanya diukur dari keberadaannya secara fisik, tetapi juga melalui kedekatan emosional, komunikasi yang hangat, serta keterlibatan aktif dalam proses tumbuh kembang anak.

Fenomena minimnya keterlibatan ayah atau fatherless dinilai menjadi salah satu tantangan yang harus diantisipasi bersama.

Di sisi lain, penggunaan gawai yang tidak terkendali juga dapat mengurangi interaksi dalam keluarga apabila tidak didampingi dengan baik.

"Oleh karena itu, para orang tua, khususnya ayah, diajak untuk meluangkan lebih banyak waktu bersama keluarga, membangun komunikasi secara langsung dengan anak, serta membatasi penggunaan gawai agar tidak menggantikan kehangatan hubungan dalam keluarga," lanjutnya.

Lebih jauh lemahnya fungsi keluarga dapat memicu munculnya berbagai persoalan sosial, seperti tawuran antarpelajar, perundungan, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas.

Berbagai persoalan tersebut menjadi pengingat bahwa penguatan keluarga harus menjadi tanggung jawab bersama.

Ia mengajak seluruh orang tua untuk menjadikan rumah sebagai tempat yang paling aman, nyaman, dan dirindukan oleh anak-anak.

Dengan demikian, keluarga akan menjadi benteng pertama yang mampu melindungi anak dari berbagai pengaruh negatif sekaligus membentuk karakter generasi penerus bangsa.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan ekonomi maupun infrastruktur, tetapi juga dari kualitas manusia yang dibangun melalui keluarga,” katanya.

Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Magelang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program pembangunan keluarga, peningkatan kualitas pengasuhan, percepatan penurunan stunting, serta penguatan sumber daya manusia sebagai modal utama mewujudkan masyarakat Kabupaten Magelang yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing. (rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#sumber daya manusia #Harganas #Kabupaten Magelang #hari keluarga nasional #Bupati Magelang Grengseng Pamuji