Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Diduga Keracunan Nasi Goreng, Belasan Anak Panti Asuhan di Borobudur Dilarikan ke RSU Aisyiyah Muntilan Magelang

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Selasa, 23 Juni 2026 | 08:30 WIB
Suasana di RSU Aisyiyah Muntilan, Kabupaten Magelang, Senin (22/6/2026) malam. (ROFIK SYARIF/ JAWAPOS RADAR MAGELANG)
Suasana di RSU Aisyiyah Muntilan, Kabupaten Magelang, Senin (22/6/2026) malam. (ROFIK SYARIF/ JAWAPOS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Mungkid-Belasan anak Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhuafa Daarul Hikmah Putri, Cabang Muhammadiyah Borobudur diduga mengalami keracunan makanan.

Dugaan keracunan tersebut diketahui oleh pengurus panti, Senin (22/6/2026) siang.

Ketua Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhuafa Daarul Hikmah Putri Cabang Muhammadiyah Borobudur Yus Listiawan menjelaskan, kronologi keracunan berawal Minggu (21/6/2026) siang, anak-anak mendapatkan menu makan siang dari donatur berupa nasi, telur, bihun, dan oseng kacang panjang.

“Sebenarnya, setelah makan, anak-anak baik-baik saja. Saat itu, sisa nasi dan lauk disimpan lalu pada malamnya dimasak nasi goreng,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Magelang di RSU Aisyiyah Muntilan, Senin (22/6/2026) malam.

Yus Listiawan mengatakan, saat memasak nasi goreng itu, anak-anak tidak mencium aroma apapun, dan menurut mereka nasi tidak basi.

"Nasi goreng itu dimakan habis oleh anak-anak," katanya.

Apes, Senin paginya sebelum subuh, ternyata ada beberapa anak yang mengeluhkan sakit perut dan diare.

Bahkan, jumlahnya terus bertambah.

Yus sendiri baru mendapatkan kabar kejadian itu pada siang harinya.

Begitu mendapat laporan, pihaknya langsung melakukan pertolongan awal berupa memberikan minuman air kelapa muda, namun tidak berefek.

Tercatat, sebanyak 14 anak mengalami keracunan makanan nasi goreng. Mereka mengalami gejala diare dan muntah.

“Dari 14 anak itu, sembilan anak harus dilarikan ke rumah sakit. Selain itu, ada anak-anak lainnya yang kebetulan juga mengalami gejala yang sama namun tidak terlalu parah dan ikut menjalani observasi terlebih dahulu,,” jelasnya.

Yus Listiawan mengatakan, jumlah penghuni panti asuhan sebanyak 36 anak. Namun sebanyak 22 sedang libur.

"Sebanyak 14 anak itu sedang mendapat jatah piket terlebih dahulu. Untuk teman lainnya libur dan nanti akan bergantian,” jelasnya.

Dokter Virana Zuhda Rahmawati, dokter jaga IGD RSU Aisyiyah Muntilan yang menangani korban keracunan. (ROFIK SYARIF/ JAWAPOS RADAR MAGELANG)
Dokter Virana Zuhda Rahmawati, dokter jaga IGD RSU Aisyiyah Muntilan yang menangani korban keracunan. (ROFIK SYARIF/ JAWAPOS RADAR MAGELANG)

Sementara itu, Dokter Jaga IGD RSU Aisyiyah Muntilan dr Virana Zuhda Rahmawati menjelaskan, sebanyak 12 anak panti asuhan yang masuk ke IGD mengeluh mual, muntah, dan BAB cair.

“Mereka BAB cair dan mual muntah sampai lebih dari tiga kali," katanya.

Ia menyampaikan, dari hasil observasi yang sudah dijalani, empat anak harus menjalani rawat inap.

Karena gejala dehidrasinya cukup berat.

“Sedangkan sisanya sudah bisa pulang, karena kondisinya sudah membaik,” ucapnya. (rfk/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#muhammadiyah #panti asuhan #nasi goreng #keracunan makanan #borobudur