RADARMAGELANG.ID, Mungkid–Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 43 Magelang menggelar open house untuk mengenalkan program sekolah ke masyarakat. Kegiatan ini bertepatan dengan kenaikan kelas peserta didik, Sabtu (20/6/2026). Sejumlah hasil karya siswa ditampilkan. Di antaranya, hasil membatik siswa, serta kerajinan tangan lainnya. Juga sejumlah piagam kejuaraan yang diraih siswa.
Kepala SRMA 43 Magelang Sri Redjeki mengatakan, open house ini sebagai upaya untuk memperkenalkan keberadaan sekolah rakyat ini ke masyarakat. “Banyak masyarakat yang belum kenal Sekolah Rakyat. Jadi, kami perkenalkan salah satu program dari Presiden Prabowo ini untuk memutus rantai kemiskinan di Indonesia melalui sektor pendidikan,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Dikatakan, Sekolah Rakyat ini sudah beroperasi sejak 14 Juli 2025. Untuk tahun ajaran baru ini, SRMA 43 Magelang hanya menerima 30 siswa. “Saat ini kami masih menunggu lokasi permanen di Kaliangkrik. Kalau lokasi permanen sudah siap, setiap angkatan bisa sampai 120 siswa atau 4 kelas,” jelasnya.
Plh Sekda Kabupaten Magelang David Rudianto mengatakan, hingga saat ini, pihaknya masih terus mendorong percepatan proses lahan SRMA 43 di Kaliangkrik. “Saat ini, proses masih di Kementerian Kehutanan. Kemarin, dari Dinas Sosial sudah ke Jakarta untuk mengurus progres alih fungsi lahan tersebut,” jelasnya.
Saat ini, pihaknya juga tengah fokus membenahi fasilitas Sekolah Rakyat di Kecamatan Tegalrejo yang menggunakan bangunan Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat). “Nantinya bangunan Pusdiklat yang digunakan SRMA 15 Magelang akan direhab agar lebih layak dan untuk asrama,” jelasnya.
Salah satu siswa SRMA 43 Magelang Usman Ardiansyah mengaku, selama satu tahun bersekolah sangat senang. Apalagi fasilitas yang diberikan juga sangat bagus. “Fasilitas yang diberikan menurut saya sangatlah wah, dan bersekolah di sini sangat menyenangkan,” akunya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto