RADARMAGELANG..ID, Mungkid – Ratusan masyarakat berkumpul memenuhi Langgar Al-Mujahidin, Tegalrejo, Kabupaten Magelang pada Senin sore (15/6/2026).
Kehadiran mereka bertujuan untuk mengikuti Jauharul Muharom, sebuah tradisi mujahadah dan doa bersama dalam menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.
Kegiatan religius yang dimulai selepas waktu Ashar ini berlangsung khidmat. Jamaah yang hadir tampak memadati area surau untuk melantunkan zikir dan doa akhir tahun, memohon keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, serta kedamaian bagi bangsa Indonesia.
Salah seorang warga Tegalrejo, Basuki, mengungkapkan bahwa agenda ini merupakan kegiatan rutin yang selalu dinanti.
Daya tarik acara ini bahkan mampu mendatangkan jemaah dari luar daerah.“
Jadi tidak hanya dari Tegalrejo saja, tapi ada masyarakat dari luar yang ikut hadir,” ujar Basuki.
Ia juga menyematkan harapan agar momentum tahun baru ini membawa perubahan positif, ketenteraman, dan kedamaian bagi seluruh masyarakat dan negara.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, KH. Muhammad Yusuf Chudlori, menjelaskan bahwa Jauharul Muharom merupakan tradisi yang telah konsisten berjalan selama lebih dari 20 tahun.
Pria yang akrab disapa Gus Yusuf ini menegaskan pentingnya acara ini sebagai media refleksi diri bagi umat Islam, khususnya generasi muda yang mulai melupakan kalender hijriah.
“Di sini kita tidak menyelenggarakan acara besar-besaran, hanya sebuah acara sederhana dengan tujuan untuk merefleksi diri,” tutur Gus Yusuf.
Rangkaian Jauharul Muharom ditutup selepas Salat Maghrib berjamaah dengan pembacaan doa awal tahun.
Acara kemudian diakhiri dengan tradisi kenduri dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan antarwarga. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto