Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Dua WNA Asal Iran Diduga Curi Uang Pedagang di Pasar Muntilan Magelang, Satu Rekannya Babak Belur Dikeroyok Massa

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Selasa, 9 Juni 2026 | 22:49 WIB
WNA asal Iran NNA saat diamankan petugas setelah dua temannya melakukan aksi pencurian uang di Pasar Muntilan, Senin (8/6/2026). (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR MAGELANG)
WNA asal Iran NNA saat diamankan petugas setelah dua temannya melakukan aksi pencurian uang di Pasar Muntilan, Senin (8/6/2026). (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR MAGELANG)
RADARMAGELANG.ID, MungkidAksi dugaan pencurian uang milik pedagang camilan di Pasar Muntilan, Kabupaten Magelang, berujung pada amuk massa, Senin (8/6/2026).
Satu dari tiga warga negara asing (WNA) asal Iran berinisial NNA menjadi korban pengeroyokan warga setelah tertinggal di tempat kejadian perkara (TKP), sementara dua rekannya berhasil melarikan diri.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB tersebut langsung ditangani oleh Polsek Muntilan dan Polresta Magelang.
Petugas yang tiba di lokasi segera mengevakuasi NNA yang dalam kondisi babak belur ke RSU Muntilan untuk mendapatkan perawatan medis, sebelum akhirnya dibawa ke Mapolresta Magelang.
Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal (Waka Satreskrim) Polresta Magelang AKP Toyib Riyanto menjelaskan, kejadian bermula ketika salah satu rekan NNA berinisial DAS, 50, berpura-pura ingin membeli mi instan. Karena terkendala bahasa, DAS hanya mengucapkan kata "tukar" kepada pedagang.
"Korban mengira pelaku ingin menukar uang. Namun, saat korban mengeluarkan uang dari tasnya, DAS langsung merebut uang tersebut dan memasukkannya ke kantong," ujar AKP Toyib kepada Jawa Pos Radar Magelang, Selasa (9/6/2026).
Menyadari uangnya diambil, korban langsung bertindak cepat dengan merebut kembali uangnya sambil berteriak histeris meminta pertolongan.
Teriakan tersebut membuat DAS dan rekannya, FA, 37, panik lalu melarikan diri dari pasar.
Nahas bagi NNA, ia yang saat itu sedang asyik mengobrol dengan seorang saksi di sekitar lokasi tidak sempat meloloskan diri.
Warga yang tersulut emosi langsung mengamankan dan menghakimi NNA di tempat.
Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa status NNA saat ini masih sebatas saksi.
"Belum ada bukti yang menunjukkan bahwa NNA turut serta membantu tindak pidana pencurian tersebut. Dua pelaku utama, DAS dan FA, saat ini masih dalam pengejaran kami," tambah AKP Toyib.
Didalami Potensi Sindikat Internasional
Di sisi lain, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo turut turun tangan memeriksa dokumen keimigrasian ketiga WNA tersebut.
Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Wonosobo Suwandono mengungkapkan, ketiga pria asal Iran ini mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada 14 Mei lalu.
"Mereka datang bersama-sama dari Malaysia dalam satu jadwal penerbangan yang sama dan menggunakan visa wisata," jelas Suwandono.
Pihak Imigrasi kini tengah mendalami apakah ketiga WNA ini terlibat dalam jaringan sindikat kejahatan internasional.
Suwandono menegaskan, jika terbukti menyalahgunakan izin tinggal atau terlibat tindak pidana, pihaknya tidak akan segan-segan menjatuhkan tindakan administratif.
"Jika terbukti melanggar peruntukan visa wisata, tindakan administratif berupa deportasi dan penangkalan (pencekalan) akan segera kami lakukan," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, korban pemilik toko grosir camilan dilaporkan masih dalam kondisi syok dan belum bisa memberikan rincian pasti mengenai total kerugian materiil yang dialaminya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto
#pencurian #pasar muntilan #warga negara asing #Polresta Magelang #iran