RADARMAGELANG.ID, Mungkid—Momen perayaan Waisak 2026 menjadi berkah tambahan bagi para pengusaha hotel baik di sekitar Candi Borobudur, Kabupaten Magelang maupun daerah sekitarnya.
Pasalnya, sejumlah hotel sudah full booked hingga puncak perayaan Hari Raya Waisak pada Minggu (31/5/2026).
Para tamu hotel ini kebanyakan booking saat perayaan lampion.
Seperti diketahui, perayaan Tri Suci Waisak Nasional 2570 BE/2026 bakal berlangsung di Candi Borobudur, Minggu (31/5/2026) lusa.
Hingga saat ini, sejumlah hotel yang berada di sekitar wilayah Borobudur, Mungkid, hingga Kota Magelang sudah full booked.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Magelang Usep Syarifudin menyampaikan, selama momen Waisak, khususnya dalam tiga tahun terakhir ini selalu full booked.
Bahkan bisa dibilang selalu kekurangan kamar.
“Karena selalu full semua kamarnya,” ucap Usep.
Ia mengaku, meningkatnya okupansi hotel ini kebanyakan karena adanya penerbangan lampion.
Jadi, banyak para pengunjung yang lebih excited dengan acara penerbangan lampion dibandingkan dengan ritual keagamaannya sendiri.
Usep menilai, kegiatan penerbangan lampion ini hampir seperti kegiatan marathon di Borobudur.
“Pengunjung yang datang ke sini hampir kayak maraton. Nek ora entuk tiket ora mangkat mrene (kalau tidak dapat tiket tidak berangkat ke sini). Jadi, begitu dapat tiket, dia langsung nyari hotel. Tapi nyari hotel pun sudah susah Mas kalau sekarang, karena tiketnya juga sudah habis sekarang,” ujarnya.
Mereka kebanyakan, memesan satu malam, yakni pada 31 Mei.
Selain itu, di 30 Mei juga sudah ada.
“Jadi, mereka ada yang satu bulan sebelumnya, sudah pesan tiket, dan bahkan ada yang dua bulan sebelumnya. Karena mereka takut. Jadi, untuk Waisak ini beda dengan hari-hari biasa, weekend biasa. Karena memang dia sudah pasti mau datang, jadi langsung pesan tiketnya,” jelas Usep yang juga mengelola Hotel Gopalan Borobudur dan Nalendra Villa Borobudur.
Ia mengaku, dua hotel yang dikelolanya juga sudah terisi penuh. Bahkan saat ini pihaknya menyulap rumah limasan dibuat sekat menjadi tiga kamar homestay untuk menyambut Waisak.
“Kalau yang di Gopalan 12 kamar. Sudah full booking. Malah Gopalan itu kalau nggak salah dua atau tiga malam, nggak cuma semalam. Nah, kalau yang di Nalendra ini ada yang menginap dua malam, dan ada yang satu malam,” tutur dia. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto