Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Jelang Hari Raya Waisak, Arca Unfinished Buddha Candi Borobudur Dipindah, Dikembalikan ke Lokasi Asal di Lapangan Kenari 

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Jumat, 29 Mei 2026 | 19:15 WIB
Jelang perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE, arca Unfinished Buddha di kawasan Candi Borobudur dipindah ke lokasi asal di Lapangan Kenari. 
Jelang perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE, arca Unfinished Buddha di kawasan Candi Borobudur dipindah ke lokasi asal di Lapangan Kenari. 

 

RADARMAGELANG.ID, MungkidJelang perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE, proses pemindahan arca Unfinished Buddha di kawasan Candi Borobudur dilakukan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya, penguatan fungsi spiritual kawasan, serta penataan ekosistem peribadatan yang lebih berkelanjutan.

Pemindahan arca dilakukan melalui kolaborasi lintas pihak antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Museum dan Cagar Budaya (MCB), Kementerian Agama Republik Indonesia, InJourney Destination Management, para biksu, dan komunitas masyarakat adat setempat. Hal ini guna memastikan aspek pelestarian dan keberlanjutan situs cagar budaya tetap terjaga.

Arca Unfinished Buddha dipindahkan ke Lapangan Kenari yang berada di Zona I kawasan Candi Borobudur, tepatnya di area barat daya candi dan ditempatkan di antara dua pohon kenari yang memiliki nilai historis dan spiritual bagi kawasan tersebut. 

Kepala Museum dan Cagar Budaya Esti Nurjadin mengatakan, langkah ini tak hanya menjadi bagian dari pelestarian warisan budaya dunia, namun juga menghadirkan ruang spiritual yang lebih representatif dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Seluruh proses dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai pelestarian cagar budaya, menghormati masyarakat dan adat setempat guna memastikan tata kelola kawasan yang berkelanjutan agar Borobudur tetap terjaga sebagai pusat spiritual dan budaya dunia,” terang Esti Nurjadin. 

Sebagai holding di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney menilai pemindahan ini merupakan bagian dari penataan kawasan spiritual Borobudur agar masyarakat dapat menjalankan ritual dan aktivitas peribadatan dengan lebih khusyuk.

Direktur Utama InJourney Maya Watono menjelaskan, Borobudur sebagai candi Buddha terbesar di dunia yang memiliki peranan penting bagi umat Buddha namun juga sebagai destinasi pariwisata berbasis budaya yang memiliki nilai spiritual dan sakral yang tinggi bagi masyarakat setempat. 

“Pengembangan Borobudur sebagai destinasi spiritual dan budaya berkelas dunia harus berjalan selaras antara pelestarian warisan budaya, penguatan nilai spiritual, dan pengembangan ekosistem pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” tuturnya.

Prosesi pemindahan arca turut diwarnai dengan ritual adat dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai budaya, spiritualitas, dan harmoni masyarakat sekitar kawasan Borobudur.  (rfk/aro) 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#arca #lapangan kenari #cagar budaya #candi borobudur #Kabupaten Magelang