Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Panjang dan Kering

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Rabu, 29 April 2026 | 20:36 WIB
Bupati Magelang Grengseng Pamuji
Bupati Magelang Grengseng Pamuji

RADARMAGELANG.ID, MungkidTahun ini diprediksi musim kemarau akan lebih panjang dan kering dibandingkan tahun sebelumnya. Sehingga perlu adanya perencanaan yang matang dan koordinasi yang menyeluruh di setiap sektornya.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji menekankan, pentingnya perencanaan yang matang dan koordinasi lintas sektor. “Perlu adanya proses identifikasi permasalahan apa saja yang akan dihadapi pada musim kemarau mendatang, lalu buat tatalaksana koordinasi antara pihak, baik OPD, organisasi, dan relawan,” ujar Grengseng.

BPBD juga diharapkan menyediakan data real time tentang titik rawan kekeringan, titik pusat sumber air, dan kebutuhan data lain yang bisa diakses oleh masyarakat agar kebutuhan air tetap dapat terpenuhi tanpa tumpang tindih.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika dari BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Sri Endah Ardhi Ningrum menjelaskan, Kabupaten Magelang diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada Dasarian II bulan Mei 2026, dengan puncak kemarau terjadi pada Agustus.

Ia menambahkan, musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dibandingkan pada 2023, namun tidak lebih ekstrem dibandingkan pada 2015 dan 2019. “Oleh karena itu, diperlukan langkah kesiapsiagaan yang komprehensif untuk menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” pesannya.

Sementara  itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Bambang Hermanto memaparkan, potensi ancaman utama pada musim kemarau meliputi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah-wilayah rawan, seperti kawasan lereng Merapi, Merbabu, Sumbing, Andong, dan Menoreh.

"Selain itu, tantangan yang dihadapi dalam penanganan kekeringan antara lain masih adanya fragmentasi data antar instansi serta pola distribusi air bersih yang cenderung reaktif dan belum berbasis prioritas kebutuhan," ungkapnya. (rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#musim kemarau #kering #Bupati Magelang Grengseng Pamuji