RADARMAGELANG.ID, Mungkid–Semangat perjuangan RA Kartini tetap relevan hingga saat ini sebagai inspirasi lintas generasi dalam mendorong kesetaraan gender. Perempuan Indonesia tidak hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga telah mengambil peran strategis di berbagai sektor publik.
Menurut Wakil Bupati Magelang Sahid, berdasarkan data yang ada saat ini, masih banyak tantangan dalam mewujudkan kesetaraan gender. Seperti ketimpangan akses terhadap pendidikan, kesehatan, serta partisipasi ekonomi dan politik perempuan.
Disebutkan, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indeks Pembangunan Gender (IPG) tahun 2024 mencapai 91,85 yang menandakan adanya peningkatan pembangunan perempuan meski relatif lambat.
Sementara Indeks Ketimpangan Gender (IKG) berada pada angka 0,421, yang masih mencerminkan adanya kesenjangan dalam berbagai aspek. Selain itu, partisipasi angkatan kerja perempuan masih berada di angka sekitar 56,42 persen, lebih rendah dibandingkan laki-laki yang mencapai 84,66 persen. “Keterwakilan perempuan di lembaga legislatif juga masih terbatas,” kata Sahid saat menghadiri upacara peringatan Hari Kartini di GOR Gemilang, Setda Kabupaten Magelang, Selasa (21/4/2026).
Dikatakan, negara terus hadir dan berupaya memperkuat pemberdayaan perempuan melalui arah kebijakan pembangunan nasional. Dalam kerangka tersebut, Asta Cita ke-4 memuat komitmen untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda (generasi milenial dan generasi Z), dan penyandang disabilitas.
"Peringatan Hari Kartini harus kita maknai sebagai panggilan bersama untuk memastikan bahwa pembangunan yang kita lakukan benar-benar menghadirkan keadilan," kata Sahid.
Untuk itu, Sahid mengajak untuk terus memperkuat langkah bersama dalam memastikan setiap perempuan memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas dan responsif gender, menjamin setiap anak perempuan dapat mengakses dan menyelesaikan pendidikan tanpa hambatan, serta membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan di berbagai sektor.
Langkah-langkah ini memiliki dampak yang sangat mendasar dalam membentuk masa depan bangsa. Karena ketika perempuan berdaya, maka keluarga menjadi kuat, masyarakat menjadi tangguh, dan bangsa menjadi lebih adil. “Ketika perempuan berdaya, keluarga menjadi kuat, masyarakat menjadi tangguh, dan bangsa menjadi lebih adil,” tegasnya.
Peringatan Hari Kartini tahun ini diharapkan menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan kolaborasi untuk mewujudkan perempuan yang berdaya dan anak yang terlindungi menuju Indonesia Emas 2045. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto