RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Pemkab Magelang masih mengkaji pemberlakuan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).
Hal ini dilakukan supaya pelayanan masyarakat tidak terganggu saat pemberlakuan WFH.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji tidak ingin pemberlakuan WFH setiap Jumat justru jadi kesempatan libur panjang bagi para ASN.
Grengseng menegaskan, saat ini pihaknya masih mengkaji pemberlakukan WFH tersebut, supaya pelayanan masyarakat tidak terdampak akibat dari efisiensi tersebut.
“Kita kaji dulu kita rumuskan, jangan sampai pelayanan masyarakat terganggu akibat dampak dari WFH ini. Misalnya, nanti kantor kecamatan tutup, padahal mereka bertugas melayani masyarakat,” jelas Grengseng.
Ia mencontohkan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Magelang yang tetap buka selama masa libur Lebaran 2026 kecuali tanggal 20-22 Maret.
“Kami ingin memastikan pelayanan masyarakat utuh,” katanya.
Bupati menilai beberapa sektor yang perlu dikaji di antaranya beberapa kegiatan seremonial yang tidak berdampak langsung pada masyarakat.
Sehingga akan mengurangi penggunaan bahan bakar di kalangan ASN sendiri karena beberapa kegiatan dipangkas.
“Kita kaji dulu, kita rumuskan bentuk efisiensinya seberapa, pada intinya work from home itu spirit efisiensi. Pemda sepakat dengan itu, dan kita baru mengkaji bagaimana membangun penataan anggaran yang efisien,” lanjut bupati.
Grengseng memastikan pelayanan masyarakat akan tetap berjalan dan tidak berdampak meskipun pemerintah saat ini tengah mengkaji pemberlakuan efisiensi.
“Kita akan mengefisiensi tapi tidak mengurangi dampak yang nanti akan sampai pada masyarakat,” ujarnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto