Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Ahmad Albar Kaget, saat God Bless Diundang Tampil di Ponpes API Tegalrejo Magelang, Penontonnya para Santri

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Jumat, 30 Januari 2026 | 20:05 WIB
Grup band rock legendaris Indonesia God Bless tampil di acara Fasta Vaganza yang digelar Ponpes API Tegalrejo di Lapangan Butuh, Dlimas, Kabupaten Magelang.
Grup band rock legendaris Indonesia God Bless tampil di acara Fasta Vaganza yang digelar Ponpes API Tegalrejo di Lapangan Butuh, Dlimas, Kabupaten Magelang.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Grup band rock legendaris God Bless tampil perdana di Magelang. 

Band yang terkenal dengan lagu Semut Hitam itu perform di gelaran Fasta Vaganza  yang dihelat  Ponpes Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo di Lapangan Butuh, Dlimas, Tegalrejo, Kabupaten Magelang. 

Yang menarik, sebagian besar penonton adalah para santri di ponpes yang diasuh KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf tersebut.

Vokalis God Bless Ahmad Albar mengaku, awalnya kaget saat diberitahu akan manggung di hadapan para santri. Apalagi di lingkungan pondok pesantren. 

“Reaksi pertama saya aneh saja. 'Lho, ini bener nih? Biasanya kita dengar ceramah di ponpes. Ini kok malah ngundang kami (God Bless),” kata vokali dengan nama lengkap Achmad Syech Albar ini. 

Pria yang akrab disapa Iyek ini mengatakan, penampilannya kali ini tidak seperti konser biasa. Terlebih, Magelang dan lingkungan pesantren merupakan pengalaman pertama sepanjang perjalanan musikal mereka.

“Ini pertama kali main di Magelang. Dan juga pertama kali manggung di pondok pesantren," ujar Iyek sambil tersenyum.

Undangan tampil di Ponpes API Tegalrejo, menurutnya, sempat menimbulkan rasa heran sekaligus tegang.

Dia mengaku tidak menyangka band rock yang identik dengan panggung besar dan penonton umum akan diundang tampil dalam konteks acara pesantren.

Ia mengaku, mempersiapkan diri selama kurang lebih satu bulan.  “Kira-kira satu bulan latihan. Setiap minggu bisa dua kali. Kita berusaha tampil yang terbaik, menghibur,” katanya.

Iyek juga mengakui, tampil di area terbuka dengan cuaca malam yang dingin serta atmosfer pesantren memberikan sensasi tersendiri. Namun, hal itu justru menjadi tantangan yang menarik. 

“Agak tegang juga tadi (sewaktu check sound),” sambungnya.

Dia tidak mempersoalkan perbedaan generasi penonton. Menurut Iyek, band yang telah eksis puluhan tahun itu terbiasa tampil di hadapan penonton lintas usia, termasuk generasi muda yang mungkin belum akrab dengan musik rock era 1970-1980-an. "Kita tua, muda, semua campur. Seru saja," katanya.

Pengasuh API Ponpes Tegalrejo Gus Yusuf menyebut, Fasta Vaganza tahun ini memang dirancang berbeda. Kehadiran God Bless disebut sebagai bagian dari upaya menghadirkan ruang perjumpaan budaya antara pesantren dan masyarakat luas.

“Kegiatan Fasta Vaganza kali ini cukup spesial karena mengundang grup musik legendaris, God Bless,” ujar Gus Yusuf.

Dia mengakui, pemilihan God Bless tidak lepas dari faktor personal. Sejak akhir 1980-an hingga 1990-an, Gus Yusuf merupakan penggemar berat band tersebut dan kerap mengikuti penampilan mereka di berbagai kota.

Selain itu, hadirnya band legendaris ini juga menjadi upaya untuk memperkenalkan kepada generasi muda soal band rock legendaris Indonesia ini. “Ini juga pengenalan dan edukasi untuk anak-anak muda. Generasi TikTok ini harus kenal senior-senior kita, karya-karya beliau yang luar biasa,” ujarnya.  (rfk/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#ahmad albar #ponpes API tegalrejo #gus yusuf #god bless #rocker #Ponpes API Tegalrejo Magelang