RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Di tengah perkembangan zaman, banyak rumah yang memiliki arsitektur khas Jawa mulai ditinggalkan. Seperti di daerah Borobudur, Kabupaten Magelang. Apalagi hingga saat ini, arsitektur rumah Jawa dengan gaya limasan sudah semakin sedikit. Karena itu, UNESCO menggelar pameran bertajuk Sambatan: Bongkar Pasang Pengetahuan Omah Jawa ‘Mbuduran’ di Balkondes Giritengah, 14-20 Desember.
Dalam pameran ini, menghadirkan pengetahuan hidup, keterampilan, dan makna budaya yang tertanam dalam rumah Jawa. Juga menyoroti bagaimana peran arsitektur vernakular dalam membentuk identitas dan lanskap budaya kawasan Candi Borobudur.
Pameran pada 14-20 Desember ini menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan kebudayaan, mulai dari lokakarya praktis, talkshow, kolaborasi seniman, program residensi, dan tur edukatif terpandu. Kegiatan-kegiatan tersebut ditujukan bagi komunitas lokal, para profesional, mahasiswa, penyandang disabilitas, dan masyarakat umum.
Kurator Pameran Rifandi Nugroho menyampaikan, pameran ini digelar dengan tujuan untuk menampilkan hasil riset tentang pemeliharaan Omah Jawa Mbuduran, yang ada di sekitar Borobudur, Kabupaten Magelang. Dan pameran ini menghadirkan hasil dokumentasi kepada publik dengan menyoroti hubungan antara fungsi, estetika, dan praktik kehidupan sehari-hari dalam pembangunan rumah Jawa Mbuduran, sekaligus relevansinya terhadap tantangan masa kini.
“Pameran ini menampilkan hasil penelitian dan dokumentasi tentang arsitektur vernakular Omah Jawa Mbuduran sebagai bagian dari Kawasan Warisan Budaya Borobudur. Juga menghadirkan kolaborasi seniman dengan pelaku budaya lokal, koleksi produk budaya, arsip dan publikasi komunitas, serta area bermain anak-anak yang memperkenalkan siklus hidup dan praktik ruang sehari-hari Omah Jawa Mbuduran,” ujarnya.
Inisiatif ini berkontribusi pada upaya yang lebih luas untuk memperkuat pengelolaan warisan budaya berbasis komunitas serta meningkatkan pemahaman publik terhadap lanskap budaya di sekitar Situs Warisan Dunia Kawasan Candi Borobudur.
Kepala Unit Kebudayaan Kantor Regional UNESCO di Jakarta Moe Chiba menekankan pentingnya melestarikan arsitektur vernakular sebagai unsur esensial yang tak terpisahkan dari identitas budaya dan keberlanjutan.
“Omah Jawa Mbuduran bukan sekadar bangunan. Ia mencerminkan nilai pengetahuan, dan cara hidup masyarakatnya. Melalui pameran ini, kami ingin menunjukkan bagaimana warisan budaya takbenda hidup berdampingan dan membentuk bagian esensial dari Situs Warisan Dunia Kawasan Candi Borobudur,” ujarnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto