Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

50 Hektare Lahan Rusak Akibat Penambangan Liar di Desa Keningar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Rabu, 26 November 2025 | 05:10 WIB
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto mendapatkan penjelasan soal panel infografis kondisi di TNGM, Selasa (25/11/2025).
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto mendapatkan penjelasan soal panel infografis kondisi di TNGM, Selasa (25/11/2025).

RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto melakukan penanaman 33.000 bibit pohon di perhutanan area Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Selasa (25/11/2025).

Lokasi penanaman pohon ini merupakan lahan yang rusak akibat bekas penambangan di sekitar kawasan hutan di TNGM.

Tepatnya di Desa Keningar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Raja Juli Antoni mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program rehabilitasi hutan dan lahan yang sudah terdegradasi akibat penambangan ilegal.

“Kita juga bisa melihat dengan lokasi yang kita injak sekarang. Banyak bekas galian yang ditinggalkan dan dibiarkan saja,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Magelang usai kegiatan penanaman pohon.

Dikatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari langkah Kementerian Kehutanan untuk percepatan pemulihan hutan dan lahan yang rusak atau terdegradasi.

Berdasarkan laporan tim TNGM, Raja Juli mengatakan, di wilayah ini saja, ada sekitar 50 hektare di luar aliran sungai yang mengalami kerusakan.

“Dan ini merupakan salah satu alasan kita, memilih di lokasi TNGM yang berada di Keningar, Kecamatan Dukun,” katanya.

Raja Antoni juga menyebut pihaknya saat ini terus melakukan penegakan hukum di kawasan hutan, salah satunya terhadap penambangan ilegal.

Ia lantas mengajak seluruh pihak tidak hanya menanam, melainkan juga menjaga agar bibit yang ditanam tetap tumbuh. 

“Kami Kementerian Kehutanan melalui Gakkum sedang getol-getolnya untuk melakukan penegakan hukum. Bukan tidak mengerti betapa pentingnya pasir bagi ekonomi masyarakat. Namun tentu penambangan harus melalui regulasi yang tepat. Yang paling penting tidak hanya menanam, tapi juga menjaga dan merawat apa yang kita tanam,” ujarnya lebih lanjut.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto mengapresiasi langkah dari Kementerian Kehutanan yang sudah menggelar acara penanaman pohon serentak di seluruh Indonesia.

Menurutnya, ini merupakan langkah yang sangat baik dalam melestarikan hutan di wilayah Indonesia.

“Apalagi, banyak hutan di daerah kita yang sudah terdegradasi dan ini perlu dipulihkan,” jelasnya.

Seperti di area perhutanan di kawasan TNGM yang berada di Kabupaten Magelang.

“Alasan kenapa dipilih di sini? Kita bisa melihat, sebenarnya kawasan perhutanan ini sangat indah dan cantik. Namun kita bisa melihat, di kawasan ini sebagian besar sudah habis digerogoti oleh penambangan ilegal,” ujarnya.

Ia berharap dan berpesan, agar penambangan ilegal bisa ditertibkan.

Karena, jika penambangan ilegal seperti ini dibiarkan saja, bisa berbahaya dan bisa merusak ekosistem hutan.

“Selain itu, jika tidak diperbaiki bisa menimbulkan bahaya tanah longsor,” ucapnya.

Selain kegiatan penanaman pohon, Menteri Raja Juli Antoni bersama Siti Hediati Soeharto dan sejumlah pejabat, seperti Wagub DIJ Kanjeng KGPAA Paku Alam X dan Sekda Jateng Sumarno juga melakukan pelepasliaran elang jawa, serta pelepasliaran 1.000 ekor burung lokal. (rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#kecamatan dukun #raja juli #Kabupaten Magelang #taman nasional gunung merapi