Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Pulang Mengaji, Siswa SMP di Secang Magelang Disabet Gesper dan Celurit, Tiga Pelaku Diamankan

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Jumat, 21 November 2025 | 04:15 WIB
Wakasat Reskrim Polresta Magelang AKP Toyib Riyanto menunjukkan barang bukti gesper dan celurit yang dibawa kawanan pelaku kekerasan di Jalan Pirikan, Secang, Magelang.
Wakasat Reskrim Polresta Magelang AKP Toyib Riyanto menunjukkan barang bukti gesper dan celurit yang dibawa kawanan pelaku kekerasan di Jalan Pirikan, Secang, Magelang.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Nasib nahas dialami MAF, 15, warga Secang, Kabupaten Magelang.

Saat pulang mengaji, siswa SMP ini menjadi korban serangan salah sasaran oleh kawanan remaja tidak dikenal.

Kejadiannya di Jalan Alternatif Secang-Grabag, Pirikan, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Rabu (12/11/2025). 

Korban MAF terkena sabetan gesper dan diancam menggunakan celurit.

Tak terima dengan kejadian itu, keluarga korban melapor ke polisi, Kamis (13/11/2025) sekitar pukul 18.00. Begitu menerima laporan, tim Polresta Magelang langsung bergerak dan berhasil mengamankan tiga pelaku yang terlibat aksi penyerangan MAF.  Ketiga pelaku yang berhasil diamankan yakni, RRS, 15; WDP, 16, dan MADGZ, 15.  Mereka berstatus pelajar, warga Secang, Kabupaten Magelang.

Saat beraksi, RRS yang membawa gesper, WDP membawa celurit, dan MAD sebagai joki sepeda motor yang dinaiki bertiga.

“Modus operandi dari pelaku berniat akan melakukan tawuran salah satu SMP di daerah Secang. Ternyata para pelaku ini salah sasaran,” jelas Wakasat Reskrim Polresta Magelang AKP Toyib Riyanto kepada Jawa Pos Radar Magelang, Kamis (20/11/2025). 

Toyib menjelaskan, kejadian tersebut berawal saat korban MAF pulang mengaji dijemput kakaknya, MAM.  Saat itu, MAM bersama temannya, APP. Sehingga sepeda motor diboncengi tiga orang. MAF membonceng di tengah, APP di belakang, sedangkan MAM sebagai jokinya. 

Saat melintas di Jalan Pirikan, tepatnya di depan Balai Desa Pirikan, tiba-tiba motor korban dipepet sejumlah pengendara motor tidak dikenal dari belakang.  Dua pelaku mengendarai motor Yamaha NMax warna hitam memepet motor korban lebih dekat lalu berteriak. “Kowe cah Nidas to, kowe cah Nidas to. Teriak orang yang menaiki NMax,” jelas Toyib. 

Setelah itu, kata Toyib, MAM, kakak korban menjawab bukan dari Nidas. Setelah menjawab tersebut, tanpa disadari salah satu pelaku berinisial RRS langsung mengayunkan gesper ke arah APP, MAM, dan MAF.  “Untuk APP terkena bagian punggung. Yang paling parah, MAF terkena di bagian kepala dan harus menjalani perawatan,” terangnya. 

Tak hanya itu, pelaku lain yakni WDP mengacungkan celurit ke arah korban. Hingga membuat ketiga korban ketakutan. 

Pasca kejadian itu, ketiga pelaku berhasil diamankan. Seorang pelaku akan dijerat UU Darurat dengan ancaman hukuman 10 tahun. Sedangkan dua pelaku lainnya dijerat pasal kekerasan terhadap anak dengan ancaman hukuman 3 tahun 8 bulan.  Polisi juga mengamankan barang bukti celurit, gesper panjang sekitar 110 cm, sepeda motor Yamaha NMax, serta seragam SD motif batik milik korban yang ada bercak darah. (rfk/aro) 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Secang Kabupaten Magelang #tawuran #salah sasaran #Gesper #Polresta Magelang #celurit