Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Pusat Jajanan Pasar dan Kue Tradisional "Moro Seneng Muntilan", Pertahankan Resep Tradisional dengan Cita Rasa dan Kualitas Premium

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Selasa, 30 September 2025 - 00:51 WIB

 

Suasana outlet Moro Seneng Muntilan di Jalan Yasmudi Muntilan, Kabupaten Magelang.
Suasana outlet Moro Seneng Muntilan di Jalan Yasmudi Muntilan, Kabupaten Magelang.

RADARMAGELANG.ID, Muntilan– Di Muntilan, Kabupaten Magelang menyimpan kekayaan kuliner yang luar biasa.

Selain Sop Empal Bu Haryoko dan Blendrang, Muntilan juga memiliki pusat jajanan pasar yaitu Moro Seneng Muntilan.

Berdiri sejak 1967, Moro Seneng Muntilan dikenal karena menyediakan berbagai jenis jajanan pasar dan kue tradisional seperti Carabikang, Arem-Arem, Bluder dan Lapis.

Selain itu, Moro Seneng juga menyediakan menu oleh-oleh, seperti Emping Moro Seneng dan menu sarapan nasi timlo dan bakmoy.

Tidak lupa juga ada menu minuman spesial yang terbuat dari rempah-rempah asli, seperti asem jawa dan beras kencur.

Moro Seneng Muntilan berawal dari sebuah toko kecil yang didirikan oleh Ny Christiana (The Gian Tian).

Hingga kini terus berkembang.

Bahkan melebarkan sayap dengan membuka cabang baru di Kota Magelang.

Kue dan roti yang ditawarkan sangat beragam.

Mulai roti tradisional, jajanan pasar bercita rasa manis, asin, serta gorengan.

Juga bisa melayani katering.

“Produk-produk yang dijual di sini hampir 90 persen adalah in house production. Sehingga secara kualitas dapat terkontrol dengan baik,” ujar Topan Juan, perwakilan komunikasi publik Moro Seneng Muntilan.

Topan Juan mengatakan, produksi makanan di Moro Seneng Muntilan tetap mempertahankan resep tradisional dengan cita rasa dan kualitas premium.

Ada lebih dari 200 varian jenis roti dan jajanan pasar tradisional tersedia di Moro Seneng.

Salah satu produk unggulannya adalah roti semir dan roti sobek.

Roti ini spesial karena menggunakan bahan-bahan premium.

Seperti butter Wijsman dan mentega Blueband.

Proses pembuatannya juga masih tradisional.

“Kami menghindari praktik-praktik membeli barang konsinyasi yang tidak kami ketahui proses produksinya. Meski demikian, kami tetap membuka peluang kerja sama, asalkan partner tersebut memenuhi syarat,” katanya.

Topan mengakui harga produk di Moro Seneng Muntilan sedikit di atas.

Sehingga Moro Seneng Muntilan memang lebih terkenal di kalangan menengah ke atas maupun orang orang yang sedari awal die hard fans Jajanan Pasar Jawa.

“Kalau istilah anak Gen-Z mungkin disebutnya hidden gems,” ujar Topan Juan.

Alasannya, Moro Seneng Muntilan awalnya tidak memiliki toko dan banyak orang langsung datang ke pabrik pembuatan snack-snack Moro Seneng Muntilan.

Selain itu, tidak terlalu banyak promosi yang dilakukan melalui media populer.

“Beberapa bulan ke belakang, akun TikTok kami sangat berhasil, tapi sebenarnya isinya lebih ke edukasi. Kami nggak ikut-ikutan sok-sokan harus viral ini-itu. Karena kebetulan dikonsumsi artis ataupun masuk film begitu, yang penting bagi kami kualitas nomor satu. Orang pasti akan kembali kalau melihat kualitas yang baik,” jelas pria asal Jogjakarta ini.

“Yang paling penting bukan gaya, tapi esensi bahwa kami memberikan hasil yang terbaik dan bisa dinikmati oleh semua orang,” tambahnya.

Moro Seneng Muntilan buka setiap hari pukul 07.00 hingga 17.00  di outlet Jalan Yasmudi Muntilan (Kiri jalan setelah perempatan Tambakan) dan di Kawasan Tugu Besi Jalan Pemuda Muntilan.  Juga memiliki outlet di Jalan Jenggala Kota Magelang. "Moro Seneng Muntilan juga menyediakan layanan katering dan hantaran," katanya. (rfk/aro) 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Muntilan #kue tradisional #oleh-oleh #jajanan pasar #Kabupaten Magelang #emping melinjo