Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Situs Candi Retno, Peninggalan Candi Hindu di Secang Magelang Berupa Susunan Batu Bata, Ada Yoni dan Batu Nisan Kuno

Magang Radar Magelang • Kamis, 17 Juli 2025 - 22:37 WIB
Situs Candi Retno di Dusun Cetokan 2, Desa Candiretno, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.
Situs Candi Retno di Dusun Cetokan 2, Desa Candiretno, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

RADARMAGELANG.ID, Magelang—Di dekat hamparan sawah yang hijau dan di antara rumah-rumah warga Dusun Cetokan 2, Desa Candiretno, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, berdiri sebuah susunan batu bata merah yang tak biasa.

Batu bata pada Candi Retno memiliki ukuran yang lebih besar. 

Batu bata merah yang disusun dengan sistem gosok itu merupakan reruntuhan bangunan candi.

Candi Retno namanya.

Candi tersebut terasa istimewa karena tidak terbuat dari batuan andesit seperti kebanyakan candi yang ada di Jawa Tengah.

Candi Retno justru terbuat dari susunan batu bata merah.

Mengutip dari buku “Inventarisasi Candi, Situs, Struktur, Bangunan Kolonial, dan Monumen Kabupaten Magelang” Candi Retno juga merupakan satu-satunya candi Hindu yang dibangun dengan batu bata di Kabupaten Magelang yang masih bisa kita lihat.

Selain yoni, ditemukan batu nisan kuno di kompleks Situs Candi Retno di Dusun Cetokan 2, Desa Candiretno, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.
Selain yoni, ditemukan batu nisan kuno di kompleks Situs Candi Retno di Dusun Cetokan 2, Desa Candiretno, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

Candi-candi dari batu bata lainnya yang pernah ditemukan sengaja ditimbun kembali dengan tanah agar tidak cepat rusak.

Candi Retno ditemukan kali pertama pada 1970-an oleh salah satu warga ketika tidak sengaja menemukan sebuah arca kuno yang kemudian dilakukan penggalian beberapa tahun setelahnya.

Saat ini kondisi candi sudah tidak utuh lagi.

Hanya tersisa bagian pondasi, sebagian dari bagian tengah candi, satu makam kuno, beberapa batu nisan kuno, dan satu buah yoni berukuran lumayan besar bisa kita temukan di situs Candi Retno.

Tidak seperti Candi Borobudur atau Candi Mendut yang memiliki banyak informasi.

Candi Retno hanya memilki sedikit sekali informasi, kapan dibangunnya hingga fungsi dari candi pun informasinya sangat minim.

Candi Retno diperkirakan dibangun pada era Kerajaan Medang abad-8 sampai abad-9 Masehi.

Namun ini masih berupa dugaan karena tidak ada prasasti atau kitab yang menuliskan kapan dan untuk apa candi ini dibangun.

Bata merah sendiri, menurut beberapa kalangan, berkaitan dengan Panca Maha Butha.

Panca Maha Butha adalah lima unsur yang membentuk alam semesta ini, yakni akhasa atau ruang, bayu atau udara, teja atau api, apah atau air, dan pertiwi atau tanah.

Diyakini, manusia yang meninggal, jasadnya akan terurai kembali ke lima unsur tadi.

Bata merah yang berasal dari campuran tanah dan air, lalu dibakar api hingga unsur airnya menjadi asap dan lenyap di udara, dianggap penggambaran dari Panca Maha Butha.

Namun, apakah bata merah pada Candi Retno juga simbol Panca Maha Butha?

Belum ada penelitian dilakukan.

Menurut penjaga situs Candi Retno Roba’i, banyak ditemukan arca maupun yoni di sekitaran area Candi Retno.

Setidaknya terdapat sembilan yoni yang bisa kita temukan di sekitarnya.

Salah duanya berjarak sangat dekat dengan area candi, satu yoni berukuran lumayan besar dan terbalik berada di permakaman warga yang jaraknya kurang lebih 100 meter dari area candi.

Juga satu yoni berukuran kecil dengan ukiran kepala kura-kura berada di depan musala warga.

Menurut laporan warga, banyak arca yang hilang entah kemana.

“Iya bener Mas, dulu di sini juga ditemukan arca emas dan perunggu, tapi hilang dicuri tidak tahu oleh siapa,” ujar Roba’i kepada Jawa Pos Radar Magelang, Rabu (16/7/2025).

Sebenarnya Candi Retno bisa menjadi destinasi wisata yang seru sekaligus mengajak kita merenungi kearifan masa lalu.

Bagi Anda yang ingin mengunjungi candi ini, bisa datang setiap hari mulai pukul 8.00 WIB sampai 16.00 WIB. (mg2/mg3/aro)

 

 

 

 

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Secang Kabupaten Magelang #batu nisan #yoni #candi hindu #batu bata #Candi Retno #Candi Retno (Secang)