RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Candi Mendut yang merupakan warisan Dinasti Syailendra sejak 824 M akan dilakukan rehabilitasi mulai Juni 2025 ini.
Selama proses rehabilitasi, pengunjung tidak diizinkan menaiki struktur candi demi menjaga keamanan dan kenyamanan.
Meski demikian, candi tetap dibuka, dan pengunjung bisa menikmati keindahan Candi Mendut dari area halaman.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Manggar Sari Ayuati mengatakan, proses rehabilitasi ini merupakan tahap pertama.
Mengingat kondisi Candi Mendut saat ini sudah sekian lama mengalami sejumlah kerusakan.
Seperti, kebocoran di sejumlah atap Candi Mendut. Meski Candi Mendut berada di bawah naungan Museum Cagar Budaya (MCB), namun, kata Manggar, pihaknya masih dalam satu kementerian.
“Tugas kita di perlindungan, jadi kita lakukan rehabilitasi tahap awal terlebih dahulu,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Magelang, Rabu (18/6/2025).
Manggar menambahkan, proses rehabilitasi tidak dilakukan pemugaran total.
Namun hanya pemugaran parsial.
Mulai atap dan sebagian tubuh saja.
“Saat ini kita sudah mulai dengan pemasangan scaffolding atau perancah di bagian tubuh Candi Mendut,” jelasnya.
Ia menyampaikan, bagian yang paling rawan itu sebenarnya di bagian atap Candi Mendut.
Karena air sudah merembes dan masuk ke dalam tubuh candi.
“Oleh sebab itu, kita lakukan proses rehabilitas.
Baca Juga: Festival Budaya Hariti, Angkat Kisah Relief di Candi Mendut Magelang
Apalagi Candi Mendut ini merupakan situs bersejarah yang penting dan dilindungi, sehingga rehabilitasi dilakukan untuk menjaga kelestariannya,” ujarnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto