Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Tiga Mahasiswa dan Seorang Pelajar Jadi Tersangka Pengeroyokan Pedagang Durian hingga Tewas di Tegalrejo, Magelang

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Sabtu, 31 Mei 2025 | 02:13 WIB

 

Kapolresta Magelang Kombes Herbin Sianipar dan Kasat Reskrim Polresta Magelang AKP La Ode Arwansyah menunjukkan tersangka dan barang bukti pengeroyokan pedagang durian. 
Kapolresta Magelang Kombes Herbin Sianipar dan Kasat Reskrim Polresta Magelang AKP La Ode Arwansyah menunjukkan tersangka dan barang bukti pengeroyokan pedagang durian. 

RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Empat orang resmi ditetapkan menjadi tersangka kasus pengeroyokan terhadap pedagang durian Joko Susilo, warga Pakis, Kabupaten Magelang.

Korban ditemukan meninggal di selokan Jalan Magelang-Kopeng, Krajan, Tegalrejo, Kabupaten Magelang pada 1 Mei lalu.

Empat tersangka yang diamankan, yakni SL, 26, mahasiswa warga Ngasem, Tegalrejo; MA, 27, mahasiswa warga Japan, Tegalrejo; CA, 26, mahasiswa, warga Surodadi, Candimulyo, dan SA, 18, pelajar warga Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo.

“Pada perkara ini, total ada tujuh saksi yang sudah kami mintai keterangan dan mengerucut ke empat orang tersangka tersebut,” jelas Kasat Reskrim Polresta Magelang AKP La Ode Arwansyah kepada Jawa Pos Radar Magelang, Jumat (30/5/2025). 

AKP La Ode menjelaskan, awalnya pihaknya mendapatkan laporan adanya korban laka lantas, yakni Joko Susilo, warga Bawang, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang.

Korban ditemukan meninggal dunia di dalam selokan air di pinggir jalan raya Magelang-Salatiga, Dusun Krajan, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo, pada 1 Mei lalu. 

Sempat diduga Joko Susilo menjadi korban laka tunggal.

Namun saat dilakukan visum awal, tim Inafis menemukan luka-luka yang mencurigakan yang umumnya tidak terdapat pada korban kecelakaan.

“Saat visum awal di RSUD Tidar Kota Magelang, luka-luka yang dialami korban yaitu kondisi badannya ada luka lebam di punggung, luka lebam di dada, luka lebam di mata kiri, serta kepala bagian belakang luka terbuka,” jelas La Ode. 

Sehingga pada Sabtu (3/5/2025) lalu, Tim Dokter Labfor Polda Jateng dan Polresta Magelang melakukan pembongkaran makam korban di Pemakaman Umum Bawang, Pakis, untuk dilakukan proses otopsi.

Diketahui, sebelum terjadi kecelakaan, korban dianiaya di sebelah kamar mandi umum di Terminal Tegalrejo pada Rabu (30/4/2025) sekitar pukul 23.00 yang dilakukan oleh empat tersangka.

“Akibat pengeroyokan tersebut, korban Joko masih sempat sadar dan kembali mengendarai sepeda motor sendirian di Jalan Raya Magelang-Salatiga ke arah timur (arah Pakis/Salatiga),” terang Kasat Reskrim. 

La Ode menyampaikan, setelah berjalan kurang lebih satu kilometer dari tempat pengeroyokan, Joko Susilo ditemukan di selokan air dan tertimpa sepeda motor di pinggir Jalan Raya Magelang-Salatiga.

Dari hasil pemeriksaan kepada para tersangka, alasan mereka melakukan pengeroyokan karena salah paham.

Tersangka berhasil diamankan pada 1 Mei sekitar pukul 20.00, yakni SL, MA, dan CM. 

“Sedangkan tersangka SA diserahkan oleh keluarganya ke Polsek Tegalrejo,” jelasnya. (rfk/aro) 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Kombes Pol Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar #Tegalrejo #Polresta Magelang #Kabupaten Magelang #Pakis #pengeroyokan #pedagang durian