RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Dalam menghadapi berbagai kondisi dan permasalahan narkoba diperlukan adanya tata kelola kolaborasi pentahelix dengan melibatkan komponen masyarakat, pemerintah, akademisi, pengusaha, dan media.
“Penyalahgunaan narkoba kini sudah menyasar semua kalangan, bahkan kalangan pelajar. Keadaan ini sangat memprihatinkan. Karena itu, semua pihak dan semua elemen diharapkan peran sertanya untuk mewujudkan Indonesia bebas narkoba, bukan hanya BNN saja,” kata Kepala BNN Kabupaten Magelang Kombes Pol Siswoyo Adi Wijaya saat Rapat Koordinasi Pengembangan Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba (KONTAN) di Ruang Cemerlang Setda Kabupaten Magelang, Jumat (23/5/2025).
Dalam kesempatan ini dibacakan program “Konco Moco”, “Konco Rehab” dan Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika Tahun 2025 Kabupaten Magelang oleh Kepala Bakesbangpol.
Wakil Bupati H. Sahid menyampaikan, di wilayah Kabupaten Magelang ada beberapa kecamatan yang berada dalam kategori bahaya narkoba, yakni Kecamatan Muntilan, Mertoyudan, Mungkid, dan Secang.
"Ini menjadi keprihatinan dan PR kita bersama," kata Sahid.
Menurutnya, dalam rangka mengantisipasi dinamik
Baca Juga: BNNK Magelang Kampanye Gerakan Antinarkoba kepada Para Pelari Bank Jateng Borobudur Marathon 2024a dan tantangan agresivitas ancaman kejahatan narkoba, pemerintah perlu membangun dan mengembangkan sistem penanganan yang komprehensif, integratif, dan berkelanjutan dengan mengoptimalisasi seluruh sumber daya yang tersedia.
"Perlu saya sampaikan bahwa Kabupaten Magelang pada tahun 2024 memperoleh predikat Sangat Tanggap dengan indeks KONTAN sebesar 3,49. Ini adalah prestasi yang membanggakan dan harus kita pertahankan," ujar Sahid. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto