RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Di tengah guyuran hujan deras, keluarga besar SD Islam Tahfidz Quran (ITQ) As Syafi'iyah, Mendut, Kabupaten Magelang, menggelar doa bersama, Kamis (8/5/2025).
Para guru, komite sekolah, dan wali murid mendoakan 10 guru setempat yang menjadi korban kecelakaan maut di Jalan Magelang-Purworejo, Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Rabu (7/5/2025) siang.
Kegiatan ini juga dihadiri Bupati Magelang Grengseng Pamuji, Dandim 0705/Magelang Letkol Inf Jarot Susanto, dan seluruh stakeholder lainnya.
Kepala SD Islam Tahfidz Quran As Syafi'iyah Nurul Faizah mengaku, pasca kejadian ini, pihaknya akan tetap semangat dan langsung berupaya agar proses pembelajaran bisa kembali normal. Namun untuk beberapa hari ke depan, sekolah masih dalam kondisi berkabung.
Selama tujuh hari ke depan, sekolah akan menggelar tahlil dan doa bersama.
“Kami masih fokus untuk memikirkan para korban dulu,” katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Ia menyampaikan, total guru di SD Islam Tahfidz Quran As Syafi'iyah sebanyak 28 guru.
Sehingga akibat kejadian ini, pihaknya kehilangan hampir separo.
Dikatakan, sebelum kecelakaan itu, paginya aura para korban sangat bahagia.
Pakaian yang dikenakan juga yang terbaik.
“Bahkan sebelum berangkat itu, mereka juga bahagia dan sempat dada-dada menyapa para wali murid saat menjemput,” kenangnya sedih.
Faizah menyampaikan, rombongan para guru ini rencananya untuk takziah almarhum ayahnya di Purworejo.
Tidak semua guru ikut dalam acara takziah.
“Ada beberapa guru yang tidak ikut, karena dalam kondisi hamil,” ujarnya.
Kenangan terakhir bersama para ustadzah itu ketika ada salah satu yang baru merayakan ulang tahun beberapa hari lalu.
Saat itu, semuanya mendoakan panjang umur.
“Namun ternyata Allah lebih sayang mereka, dan memanggil mereka lebih dahulu. Jadi, kami itu setiap harinya seperti keluarga,” ucapnya.
“Sebelum kejadian, tidak ada firasat apa-apa. Bahkan sebelum berangkat, juga sempat bercanda bareng,” tambahnya.
Sebelum acara doa bersama, diserahkan santunan dari Jasa Raharja kepada ahli waris korban kecelakaan.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Jasa Raharja Jawa Tengah Triadi mengaku prihatin atas musibah ini.
Menurut dia, musibah ini merupakan kategori kecelakaan yang menonjol hingga menimbulkan korban jiwa.
“Total ada 17 korban, dan 11 korbannya meninggal dunia,” katanya.
Dikatakan, para korban luka-luka, pihaknya sudah memberikan garansi atau surat jaminan berupa biaya perawatan hingga Rp 20 juta yang ditanggung oleh Jasa Raharja.
Sedangkan untuk santunan yang meninggal dunia masing-masing Rp 50 juta.
“Total yang kita keluarkan untuk korban yang meninggal dunia ini sebesar Rp 550 juta dan untuk korban luka-luka Rp 120 juta,” jelas Triadi. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto