Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Alumnus ISI Jogjakarta Angkatan 1993 Pamerkan 35 Karya Seni Rupa di Galeri Seni Limanjawi Borobudur, Kabupaten Magelang

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Senin, 3 Februari 2025 | 05:17 WIB

 

Pameran seni Gatra Akyati karya alumnus ISI Jogjakarta angkatan 1993 di Galeri Seni Limanjawi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (2/2/2025).   
Pameran seni Gatra Akyati karya alumnus ISI Jogjakarta angkatan 1993 di Galeri Seni Limanjawi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (2/2/2025).  

RADARMAGELANG.ID, Mungkid–Sebanyak 35 karya seni rupa dari seniman alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta angkatan 1993 dipamerkan di Galeri Seni Limanjawi Borobudur, Kabupaten Magelang.

Pameran digelar 2-18 Februari 2025 dengan mengusung tema Gatra Akyati.

Salah satu alumnus ISI Jogjakarta angkatan 1993 Agni Tripratiwi  menjelaskan, pemilihan lokasi pameran di Galeri Seni Limanjawi Borobudur tidak ada tendensi tertentu.

“Kami hanya ingin variasi. Karena pameran kami sebelum-sebelumnya sering di Jogjakarta,” katanya.

Sebelum menggelar pameran di Magelang, kata dia, tahun lalu pameran dihelat di galeri di Jakarta.

“Kami pilih lokasi di luar kota gitu, tapi tidak terlalu jauh dengan Jogja. Hingga dipilih Magelang, mengingat kesibukan kami masing-masing,” ujarnya.

Dikatakan, profesi setiap anggota angkatan 1993 ini tidak hanya seniman, tapi ada yang jadi guru, penulis, ilustrator, pengusaha kafe, hingga dosen.

“Total ada 16 seniman yang ikut serta dalam pameran ini,” ucapnya.

Dekan Fakultas Seni Rupa ISI Jogjakarta Suwarto Wisetrotomo mengaku senang dengan pameran kali ini.

Menurutnya, pameran sangat menarik, karena mengatasnamankan angkatan kuliah.

“Merawat kelompok angkatan di galeri seperti ini sangatlah tidak mudah. Apalagi, pastinya mereka semua sudah tidak tinggal di satu kota. Dan ini sangatlah berkesan,” ujarnya.

Menurut Suwarto, pameran ini membuktikan seni bisa menjadi media untuk merawat silaturahmi.

"Kalau soal seninya, saya yakin sangat variatif. Karena kelompok ini sebenarnya tidak berbasis ideologi, karena kelompok ini tidak berbasis satu visi sosial, politik, atau ideologi tertentu," katanya.

Ditambahkan, masing-masing pelaku seni yang terlibat bekerja dengan caranya sendiri.

Bekerja dengan individu.

Lalu pameran ini sama sekali tidak mengusung satu visi untuk menyuarakan satu ideologi.

“Tapi menyuarakan, kami ada loh. Kami berkerabat loh. Kami sejak 1993 ketika mereka semua belum menjadi siapa. Mahasiswa baru sudah berani berkelompok,” paparnya. (rfk/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#galeri seni #Pameran Seni Rupa #borobudur #Kabupaten Magelang #isi jogjakarta