RADARMAGELANG.ID, Mungkid - Dusun Bojong, Desa Giyanti terletak di Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dikenal sebagai desa tanaman hias terbesar di wilayahnya.
Hampir setiap rumah di desa ini menjual berbagai macam tanaman hias, menjadikan tempat ini ramai dikunjungi oleh pecinta tanaman hias.
Tidak hanya untuk menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah tetapi juga menghidupkan perekonomian warga Dusun Bojong.
Menurut Kepala Desa Giyanti, Heru Kurniawan, sejarah desa ini sebagai desa tanaman hias dimulai sejak tahun 1989.
“Awalnya mulanya itu dari salah satu warga Dusun Bojong yang bernama Pak Bakhri. Itu baru Pak Bapkri sendiri yang merintis untuk tanaman hias. Dari situlah berkembang sampai saat hari ini, sampai sudah rata dari seluruh warga sudah menggeluti tanaman hias,” ucapnya.
Budidaya tanaman hias di desa ini dilakukan secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan proyek tanaman. Kegiatan ini berawal dari proyek tanaman yang membutuhkan banyak tanamam.
“Awal mulanya di sini hanya sebagai penggarap taman, otomatis biasanya butuh banyak tanaman. Inisiatif dari warga Dusun Bojong membuat tanaman, ngepotin sendiri, daripada beli dari luar.
Jadi, dari beberapa proyek itu bisa melibatkan hampir semua warga Dusun Bojong, untuk membuat pot-pot itu,” jelas Heru.
Pemerintah desa juga memberikan dukungan bagi warga untuk memngembangkan budidaya tanaman hias warga Desa Bojong.
“Ada. Kami menyediakan suatu tempat, lahan milik desa yang digunakan kelompok petani tanaman hias menjadi lapak-lapak tanaman hias, untuk menjadi sentra tanaman hias itu disitu.
Kami juga membantu dalam infrastruktur juga. Jalan untuk akses lebih mudah biar nanti bisa menjadi destinasi wisata kecil-kecilan bagi penggemar tanaman hias,” ucapnya.
Penjualan tanaman hias di Dusun Bojong kini dilakukan melalui berbagai cara. Mulai dari pembeli yang datang langsung, pemesanan grosir, sampai penjualan online.
Salah satu penjual, Widarsono, mengungkapkan bahwa dia telah menjual tanaman hias sejak tahun 2016. Namun, dia mulai membuat tanaman hias sudah sejak tahun 2010.
“Saya jual spesialis tanaman taman. Jadi yang paling diminati itu kayak tanaman bawah, seperti rekmo putri, mondogros” jelasnya.
Meskipun begitu, tidak semua pelaku usaha mengalami peningkatan pendapatan. “Kalau saya, penjualannya malah menurun. Soalnya sekarang banyak penjual baru di sini, jadi persaingan makin ketat,” ungkapnya.
Selain persaingan, tantangan lain yang dihadapi adalah kekurangan air. “Kadang kesulitan air itu jadi kendala utama saat musim kemarau,” imbuhnya.
Namun dari tantangan itu, pemerintah desa memberikan solusi. “Untuk menghadapi itu, kita sudah membuat sumur bur dalam,” jelas Kades Heru Kurniawan.
Desa Giyanti sebelumnya mengadakan festival tanaman hias secara rutin setiap tahun. Namun, kegiatan tersebut terhenti beberapa waktu terakhir.
“Dulu setiap tahun ada. Tapi sekarang belum ada lagi. Kemungkinan tahun berikutnya juga ada,” paparnya.
Dengan segala tantangan yang ada, Dusun Bojong terus mempertahankan posisinya sebagai sentra tanaman hias di wilayah Magelang. Dukungan dari pemerintah, kreativitas warga, dan adaptasi terhadap kebutuhan pasar menjadi kunci keberlanjutan usaha ini. (mg1/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo