Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Komunitas Sosial Treatikal Pentaskan Monolog Dariah Lengger Lanang, Kisahkan Kontraksi Perjuangan Penari Lengger Laki-Laki

Magang Radar Magelang • Rabu, 11 Desember 2024 | 19:33 WIB
Pertunjukkan teater monolog Dariah Lengger Lanang
Pertunjukkan teater monolog Dariah Lengger Lanang

RADARMAGELANG.ID, Mungkid - Komunitas Sosial Treatikal menggelar monolog "Dariah Lengger Lanang" pada Minggu (08/12/2024). Pentas berlangsung pada pukul 20.00 WIB di Sanggar Gubug Kebon Dawung, RT 01 RW 08, Krajan, Banjarnegoro, Kabupaten Magelang. 

"Bulan ini merupakan ulang tahun Padepokan Seni Gubug Kebon. Jadi, acara malam ini dalam rangka memperingati Padepokan Seni Gubug Kebon yang sudah berusia 7 tahun," ujar Gepeng Nugroho, pengelola Gubug Kebon.

Dalam programnya, Komunitas Sosial Treatikal mengangkat cerita Monolog Dariah Lengger Lanang.

Menurutnya, Dariah merupakan tokoh nyata namun ada pengembangan imajiner dalam penyajiannya. Tidak serta merta mengangkat utuh kisah dari Dariah.

Dariah bukan hanya sekadar penari, tetapi juga sosok yang memiliki kecenderungan jiwa feminin sebelum ia menapaki dunia lengger.

"Ini memang seorang tokoh fenomenal dari Banyumas yang sebenarnya naskah ini sudah diangkat oleh Sosial Treatikal pada tahun 2016. Dipentaskan di TMII (Taman Mini Indonesia Indah) tetapi dalam format pertunjukan teater daerah. Nah, sekarang kita angkat kembali dalam pertunjukan monolog," jelas Gepeng.

Pertunjukan teater monolog ini dimainkan oleh Alfian Darmawan dengan Kiki Maundri sebagai sutradara.

Dalam mengonsep pertunjukan teater, Kiki menyampaikan tantangan terbesarnya.

"Tantangan terbesar dalam mengonsep pertunjukan ini terletak pada bagaimana menggambarkan Dariah, seorang maestro lengger lanang, yang menyimpan kontradiksi mendalam," ungkap Kiki Maundri.

Tantangan terbesar lainnya yaitu menjadikan pertunjukan ini dapat dinikmati oleh semua kalangan.

Kiki Maundri mengonsep pertunjukan teater ini menggunakan metode post-dramatik, meskipun gagasan bertumpu pada pendekatan tradisi dan sosio-kultural.

Dalam pemilihan aktor tidak menggunakan sistem casting, tetapi saling tunjuk.

Pertunjukan teater ini diperankan oleh 1 tokoh utama bernama Saddam, 2 penari latar, 2 penari lengger, dan 1 penari siluet

Tokoh utama diperankan Alfian Darmawan yang kerap disapa Wawan. Ia  menuturkan tantangan besar yang dihadapi saat menjadi seorang Saddam yang sifatnya feminim. Menurutnya, hal tersebut sangat bertolak belakang dengan dirinya. 

Namun perjuangan dari sosok Saddam menjadi motivasi Wawan agar ia dapat membawakannya di panggung pementasan.

Pesan yang ingin disampaikan dalam pementasan ini adalah memberikan pengalaman mengenai kisah Dariah Lengger Lanang, mengungkap pergeseran pandangan masyarakat terhadap kesenian lengger.

Serta mendalami nilai-nilai budaya dalam seni lengger lanang dan pentingnya peran dalam pelestariannya.

Selain itu, untuk menginspirasi generasi muda agar menghargai dan memahami dedikasi serta komitmen dalam seni.

Menurut Gepeng proses efektif untuk pentas selama satu setengah bulan. "Efektif selama satu setengah bulan proses ini berjalan," ujar Gepeng.

Dalam acara ini, penonton dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua.

Meskipun cuaca di Magelang yang akhir-akhir ini sering hujan, tetapi itu tidak membuat pertunjukan terhambat. 

Pertunjukkan teater berlangsung sukses dan penonton tampak antusias menyaksikan acara dari awal hingga akhir. (mg22/mg20/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#monolog #Lengger #dariah lengger lanang #Mungkid #Kabupaten Magelang #pertunjukan teater #padepokan seni gubug kebon