RADARMAGELANG.ID- Magelang, wilayah kecil di Jawa Tengah ini menyimpan begitu banyak sejarah dalam bentuk bangunan-bangunan candi yang megah.
Setiap candi memiliki cerita dan keunikannya masing-masing, mulai dari arsitektur yang khas hingga relief-relief yang menceritakan kisah kehidupan masa lampau.
Candi Borobudur, misalnya, merupakan salah satu candi terbesar dan terindah di dunia, diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO, menjadinya ikon wisata yang tak tergantikan di Magelang.
Namun, tahukah kamu bahwa di balik keindahan Borobudur, masih tersembunyi banyak sekali candi-candi bersejarah lainnya di Magelang yang tak kalah memesona.
Berikut ini 5 candi lain di Magelang yang wajib kamu kunjungi :
- Candi Mendut
Candi Mendut adalah salah satu situs bersejarah yang dibangun sekitar abad ke-9, pada zaman Kerajaan Mataram Kuno.
Menurut ahli arkeologi Belanda J.G. De Casparis, candi ini diduga dibangun oleh raja pertama Wangsa Syailendra pada tahun 824 M, dan hal ini didukung oleh Prasasti Karangtengah yang menunjukkan adanya kegiatan pembangunan candi pada waktu itu.
Candi Mendut terletak di Jalan Mayor Kusen, Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Lokasinya yang strategis, hanya sekitar 3 kilometer sebelah timur dari Candi Borobudur, menjadikannya salah satu destinasi wisata yang menarik bagi para pengunjung yang ingin menjelajahi warisan budaya Indonesia.
Candi Mendut buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Tiket masuknya cukup terjangkau, yaitu Rp 10.000 untuk dewasa dan Rp 5.000 untuk anak-anak.
Selain menikmati keindahan candi, pengunjung juga bisa merasakan suasana sekitar yang tenang dan asri, membuat pengalaman berkunjung menjadi lebih berkesan.
- Candi Pawon
Candi Pawon merupakan candi yang diperkirakan dibangun pada abad ke-8 hingga ke-9 Masehi, dan merupakan bagian dari kompleks candi yang dibangun oleh Wangsa Syailendra.
Candi ini diduga berfungsi sebagai tempat persemayaman atau tempat upacara, terkait dengan penyebaran ajaran Buddha.
Candi Pawon memiliki arsitektur yang sederhana, namun menawan, dengan hiasan relief yang menggambarkan berbagai cerita Buddhis.
Candi ini memiliki hubungan erat dengan Candi Borobudur dan Candi Mendut, yang terletak di antara keduanya, membentuk suatu rute spiritual.
Candi Pawon terletak di Dusun Brojonalan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Candi buka setiap hari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
Tiket masuknya diperkirakan sekitar Rp 10 ribu untuk dewasa dan Rp 5 ribu untuk anak-anak.
Harga yang cocok untuk pelajar yang ingin belajar sejarah Candi Pawon.
- Candi Selogriyo
Candi Selogriyo adalah candi Hindu yang terletak di Desa Selogriyo, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Diperkirakan dibangun pada abad ke-9 oleh Kerajaan Mataram Kuno.
Candi ini didedikasikan untuk Dewa Siwa dan memiliki arsitektur yang mencerminkan gaya klasik Hindu, dengan ornamen yang indah dan relief yang menggambarkan mitologi Hindu.
Lokasinya yang berada di tengah alam yang hijau memberikan suasana yang tenang dan sejuk, cocok untuk meditasi dan refleksi.
Untuk jam buka, Candi Selogriyo biasanya buka setiap hari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
Tiket masuknya diperkirakan sekitar Rp 10.000 untuk dewasa dan Rp 5.000 untuk anak-anak.
Candi ini bukan hanya menawarkan keindahan arsitektur, tetapi juga pemandangan alam yang menakjubkan, menjadikannya tempat yang menarik untuk dijelajahi bagi pecinta sejarah dan alam.
- Candi Asu
Candi Asu terletak di Dusun Candipos, Kelurahan Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Candi ini berada di lereng barat Gunung Merapi dan merupakan bagian dari Kompleks Candi Sengi, yang dikenal sebagai salah satu peninggalan penting dari Kerajaan Mataram Kuno.
Diperkirakan dibangun pada abad ke-9, Candi Asu berdiri pada masa pemerintahan Raja Dyah Lokapala atau Rakai Kayuwangi, yang merupakan salah satu raja yang berpengaruh dalam sejarah Mataram Kuno.
Meskipun tidak sebesar candi-candi lainnya di sekitar Magelang, seperti Borobudur dan Mendut, Candi Asu menawarkan keindahan yang unik dan suasana yang tenang.
Beberapa relief dan ornamen yang ditemukan di candi ini juga memberikan gambaran tentang kehidupan dan kepercayaan masyarakat pada masa itu.
Salah satu hal menarik tentang Candi Asu adalah nama candi tersebut, yang sering memunculkan pertanyaan karena dalam bahasa Jawa, "Asu" berarti anjing, kata yang terkadang digunakan sebagai umpatan.
Hal ini membuat pengunjung penasaran akan asal-usul nama candi ini dan makna yang terkandung di dalamnya.
Candi Asu buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB, dan pengunjung dapat menikmati akses tanpa dipungut biaya masuk.
Bagi wisatawan dan pecinta sejarah, Candi Asu adalah destinasi yang menarik untuk dijelajahi, menambah pemahaman tentang kebudayaan dan sejarah Indonesia.
- Candi Ngawen
Candi Ngawen terletak di Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Candi ini merupakan peninggalan dari Kerajaan Mataram Kuno yang diperkirakan dibangun pada abad ke-8.
Candi Ngawen diduga memiliki hubungan dengan Candi Borobudur dan berfungsi sebagai tempat ibadah bagi penganut agama Buddha.
Candi ini terdiri atas beberapa struktur candi, dengan arsitektur yang sederhana namun menarik, serta dihiasi relief yang menggambarkan ajaran Buddha.
Candi Ngawen buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
Pengunjung tidak dikenakan biaya untuk berkunjung ke candi ini, sehingga cocok untuk kaum mendang-mending yang ingin belajar sejarah.
Nah, itulah 5 candi yang wajib kamu kunjungi di Magelang selain Candi Borobudur.
Tidak kalah menarik, bukan?
Yuk, rencanakan liburanmu untuk berkunjung ke candi-candi tersebut! (mg21/aro)
Editor : H. Arif Riyanto