Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Destinasi Wisata Nepal Van Java Kaliangkrik, Kabupaten Magelang Ditutup Lima Hari, Ini Penyebabnya

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Jumat, 9 Agustus 2024 - 03:26 WIB

 

Destinasi Wisata Nepal Van Java di Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang ditutup sementara selama lima hari, 8-12 Agustus 2024.
Destinasi Wisata Nepal Van Java di Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang ditutup sementara selama lima hari, 8-12 Agustus 2024.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid–Destinasi Wisata Nepal Van Java di Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang akan ditutup sementara.

Penutupan ini mulai Kamis (8/8/2024) hingga Senin (12/8/2024) mendatang.

Tidak hanya pelayanan destinasi wisata saja.

Penutupan juga berlaku bagi pelayanan pendakian Gunung Sumbing via Butuh, Temanggung, Kaliangkrik.

Kepala Dusun Butuh Lilik Setiyawan mengatakan, setiap bulan Safar, ada kegiatan adat tahunan yang disebut sebagai saparan.

Karena itu, warga sepakat meliburkan pelayananan wisata Nepal Van Java dan pendakian Gunung Sumbing mulai 8-12 Agustus 2024.

Meski begitu, Kamis (8/8/2024) pagi kemarin masih ada sejumlah wisatawan yang berkunjung dan warga tetap melayaninya seperti biasa.

“Jadi, siang ini warga mulai bersih-bersih di jalan dan persiapan lainnya. Sehingga sudah tidak ada pelayanan kepada wisatawan. Mereka (warga) sebetulnya ingin (libur) mulai besok, tapi saya minta hari ini (kemarin, red) mereka tidak hanya mengurusi wisatanya saja,” katanya, Kamis (8/8/2024).

Ia menyampaikan, dua hari ini, warga fokus membersihkan area rumah dan lingkuangannya. Karena bertepatan dengan HUT ke-79 RI, warga Dusun Butuh juga menyelenggarakan berbagai kegiatan menarik pada Sabtu (10/8/2024).

Mulai dari sejumlah lomba hingga pentas kesenian dari lima komunitas.

Dan, pada Minggu (11/8/2024), ada merti dusun atau saparan.

Bahkan, pasar desa setempat sudah ramai dipenuhi warga untuk berbelanja.

Lilik menjelaskan, saparan ini menjadi agenda rutin tahunan di Dusun Butuh yang harus tetap dilestarikan.

Tujuannya, sebagai ungkapan rasa syukur warga kepada Tuhan melalui para leluhur dengan warisan pertanian, sosial, dan seni budayanya.

Rangkaian kegiatannya diawali dengan mujahadah, dilanjutkan kirab gunungan hasil bumi berupa sayur-mayur sekitar pukul 14.00.

Kirab itu, kata Lilik, dimulai dari kediamannya menuju sumber mata air Tuk Si Jago.

Lalu, peserta kirab akan membawa gunungan itu menuju Taman Depok untuk umbar tumpeng dan kembul bujono bersama seluruh pengunjung.

“Kita doakan terlebih dahulu. Lalu, gunungan hasil buminya akan diperebutkan warga. Selain itu, ada tumpeng berupa nasi, ayam ingkung, dan lainnya yang akan dimakan bersama-sama. Sementara ini masih satu (gunungan),” ujarnya. (rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#pariwisata #Kaliangkarik #Nepal Van Java #wisata alam #saparan #Kabupaten Magelang