RADARMAGELANG.ID, Mungkid - Tahun 2023, ada tiga varietas tembakau unggul lokal yang dilepas oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang. Yakni varietas sampurna ulir, grompol ulir dan dan gombel sembung. Pemuliaan varietas tembakau ini didanai dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).
Ketiga varietas itu telah terdaftar di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian. Sehingga tidak bisa diklaim milik daerah lain. Dan disetujui disetujui oleh tim Pelepasan Varietas Tanaman Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan).
Menurut Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Widiarto Trisaksono, pihaknya semula mengusulkan 6 varietas lokal. Yaitu sampurna ulir, grompol ulir, kenongo ZA, gombel cethok, gombel sedong dan gombel sembung.
Varietas yang diusulkan tersebut telah melalui berbagai prosedur. Mulai dari pengujian genetik, kemudian pemuliaan melalui eksplorasi dan seleksi. Meliputi inventarisasi lalu pemurnian individu terpilih dan uji multilokasi (UML) selama beberapa tahun.
Diuji coba tanam di dataran rendah, tengah maupun di dataran tinggi. Lokasi tanam di wilayah Pakis, Windusari, Ngluwar, Tegalrejo dan Mungkid. Pengujian ketahanan terhadap penyakit juga dilakukan. Agar varietas yang diusulkan benar-benar unggul.
“Pelepasan varietas unggul lokal ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, mutu dan pendapatan petani,”tuturnya.
Menurutnya, tembakau sampurna ulir mempunyai keunggulan indeks tanaman 86,76 berkadar nikotin 3,83 persen dengan produktivitas rajangan kering rata-rata 1.236 kg/ha. Varietas ini tahan terhadap penyakit lanas dan tahan terhadap penyakit layu bakteri.
Sedangkan tembakau gombel sembung memiliki keunggulan indeks tanaman 60,52 berkadar nikotin 3,45 persen dengan produktivitas rajangan kering rata-rata 786,97 kg/ha. Varietas ini moderat tahan terhadap penyakit lanas dan tahan terhadap penyakit layu bakteri.
Untuk grompol ulir, indeks tanaman 81,04 berkadar nikotin 3,49 persen dengan produktivitas rajangan kering rata-rata 1.157 kg/ha.
Varietas tembakau ini termasuk rentan terhadap penyakit lanas dan moderat tahan terhadap penyakit layu bakteri.
Hasil tersebut berdasarkan pengujian yang diadakan selama dua tahun. Saat ini varietas-varietas tersebut sudah ditanam di beberapa tempat.
Atas keberhasilan pelepasan berbagai varietas tanaman, Pemkab Magelang meraih penghargaan dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian sebagai penerima tanda daftar varietas lokal terbanyak pada tahun 2023. (lis)
Editor : Lis Retno Wibowo