RADARMAGELANG.ID, Mungkid- Wisata agro di Puncanganom, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal.
Di tempat wisata ini, pengunjung bisa merasakan sensasi petik buah sendiri dan langsung memakannya, atau dibawa pulang.
Buah tropis yang bisa dijumpai di kebun seluas satu hektare ini antara lain, anggur, jambu air, kelengkeng.
Menariknya, jenis anggur yang ditanaman beragam. Ada jenis Gos V, New Baikonur, Moondrop, Everest, Jubile, Transfigurasi, Oscar, Ninel, Veles, Jupiter, Akademik Avidzba, Heliodor, dan lainnya.
Pemilik Kebun Saung Paribon (Swarga Buah Tropical) Winarno menjelaskan, saat ini pihaknya sedang panen anggur dan jambu.
Namun karena hampir setiap hari ada pengunjung yang memetik buah, stok buah matang mulai menipis.
"Bulan Juni nanti ada lagi yang matang. Tapi kemungkinan lebih banyak di bulan Juli-Agustus, bersamaan dengan jambu air yang sekarang baru berbunga. Kalau kelengkeng, kemungkinan September sudah panen," jelas Winarno, Minggu (2/6/2024).
Meskipun saat ini terlihat masih banyak anggur, Winarno belum membolehkan untuk dipetik karena masih mentah.
Lantas hanya boleh untuk berswafoto.
"Sayang kalau belum matang sudah dipetik. Biar matang dulu, karena kalau belum matang sempurna, rasanya sepet," jelasnya.
Agar tanaman buah di kebunnya terjaga, ia memberlakukan aturan.
Pengunjung yang ingin memetik buah harus dengan pendampingan.
Ia tidak mau, tanamannya menjadi rusak, atau banyak buah yang terbuang sia-sia.
Apalagi, tanaman buah anggur di kebun ini ada yang milik Bumdes Pucang Laju Jaya.
Selain petik buah, pengunjung juga bisa belajar tentang budidaya tanaman buah.
Paket edukasi ini cukup diminati oleh kelompok tani, ibu-ibu rombongan PKK, juga anak-anak sekolah.
Jika pengunjung tertarik menanam bibit di rumah, ia menyedikan bibit anggur setinggi 1 meter dengan harga Rp 75 ribu-Rp 80 ribu per pohon.
Winarno bersyukur, langkahnya membangun kebun buah sejak 2018 ini mampu menularkan semangat untuk bertani bagi pengunjung.
Karena menanam buah bisa dilakukan di lahan terbatas, seperti pekarangan rumah atau menggunakan pot.
Sejauh ini, pengunjung kebun buah datang dari berbagai daerah.
Seperti Magelang, Jogjakarta, Semarang, dan sekitarnya.
Pengunjung Dhea Amanda, 21, mengaku, senang berkunjung ke kebun buah milik Winarno.
Meskipun gagal memetik buah, ia berencana akan datang kembali di saat musim panen tiba. "Sekarang foto-foto dulu, petik-petiknya bulan depan," tuturnya. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto