RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Air Suci untuk perayaan Waisak 2568 BE/2024 yang diambil dari Umbul Jumprit, Temanggung, Rabu (22/5/2024) pagi, disemayamkan dan didoakan di Candi Mendut, Kabupaten Magelang.
Nantinya air ini akan digunakan dalam proses detik-detik Waisak pada Kamis (23/5/2024) dan akan diarak terlebih dahulu bersama api dharma yang sudah tiba lebih dahulu, Selasa (21/5/2024).
Pantauan Jawa Pos Radar Magelang di Candi Mendut, Kabupaten Magelang, air suci tiba sekitar pukul 14.13.
Selanjutnya air suci diletakkan di depan altar bersama dengan api dharma dan langsung disemayamkan serta didoakan.
Setibanya air suci, para biksu dan umat melanjutkannya dengan puja bhakti dan proses pradaksina atau memutari Candi Mendut sebanyak tiga kali.
Selama prosesi pradaksina, nampak para biksu dan umat yang mengikuti di belakangnya mengikuti dengan tenang dan khidmat sambil memanjatkan doa-doa.
Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional YM Bhikkhu Dhammavuddho Thera mengatakan, air suci menyimbolkan kerendahan hati merupakan sumber kehidupan.
Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, air ini diambil dari Umbul Jumprit.
Air ini berfungsi sebagai puja- puja kepada Buddha, Dama, dan Sangha.
“Air simbolis daripada kehidupan, simbolis daripada netral damai, dan juga simbol dari semua kehidupan yang baru,” terangnya.
Nantinya, air suci ini juga akan diarak bersama dengan api dharma menuju Candi Borobudur pada Kamis (23/5/2024) siang, beberapa jam menjelang detik-detik Waisak.
Ia menjelaskan, air suci dan api dharma ini saling melengkapi.
Kebijaksanaan yang menyimbolkan api dharma akan didampingi dengan air suci sebagai simbol kerendahan hati.
“Jadi, sebagai manusia itu harus berimbang antara kebijaksanaan dan rendah hati,” ucapnya (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto