Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Sudah Diingatkan Berisiko Terjadi Kebakaran, Pendaki Gunung Andong Nekat Nyalakan Flare di Puncak Alap-Alap

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Sabtu, 4 Mei 2024 | 02:35 WIB
Pendaki menyalakan flare di Puncak Alap-Alap Gunung Andong Kabupaten Magelang, Rabu (1/5/2024).
Pendaki menyalakan flare di Puncak Alap-Alap Gunung Andong Kabupaten Magelang, Rabu (1/5/2024).

RADARMAGELANG, Mungkid– Video pendaki menyalakan flare di Puncak Alap-Alap Gunung Andong viral di media sosial, Rabu (1/5/2024).

Flare berwarna oranye itu mengepul dan tampak mengganggu para pendaki lain.

Diduga penyalaan itu dilakukan Rabu (1/5/2024).

Terkait dengan viralnya video tersebut, Jumat (3/5/2024) telah dilakukan klarifikasi terhadap pengelola basecamp Gunung Andong via Sawit dan Pendem.

Dalam klarifikasi tersebut dihadiri Kapolsek Ngablak AKP Suhartoyo, Danramil Ngablak, LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) dan pengelola basecamp.

Adapun hasil klarifikasi, salah satunya pendaki tersebut telah diingatkan penjaga warung mengenai bahayanya menyalakan flare.

“Informasi dari pengelola Basecamp Pendem yang disampaikan penjaga warung di puncak Gunung Andong, pengunjung atau pendaki sudah diingatkan dan dilarang menyalakan flare apapun maksud serta tujuannya karena membahayakan dan mengganggu pengunjung lainnya,” kata Administratur (Adm) Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Kedu Utara Maria Endah Ambarwati dalam keterangannya, Jumat (3/5/2024).

Terlebih, kata dia, Gunung Andong pernah mengalami kebakaran.

Sehingga pengelola perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang ditimbulkan oleh beberapa hal, termasuk asap flare.

Beruntung, asap flare itu tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap Gunung Andong.

Wanita yang akrab dipanggil Ambar ini mengatakan, pengunjung yang menyalakan flare terdeteksi dari Basecamp Andong via Pendem.

“Pengunjung yang menyalakan flare rata-rata remaja. Dari pengelola basecamp pendakian Gunung Andong merasa kecolongan dengan adanya kejadian tersebut dan menjadikan ketidaknyamanan semua pihak,” kata Ambar.

Pihaknya pun melakukan tracing pendaki yang teregister di loket, pencarian nomor handphone dan alamat pengunjung di masing-masing loket.

“Kami membuat imbauan banner berkaitan dengan larangan barang bawaan yang tidak diperbolehkan. Razia dan selektif kepada pengunjung pendakian. Jalin komunikasi dengan instansi terkait dan pengelola pendakian serta utamakan keselamatan pengunjung,” ujarnya.

Kapolresta Magelang Kombes Pol Mustofa menyampaikan, dirinya belum mendapatkan informasi soal adanya penyalaan flare di puncak Gunung Andong.

“Nanti akan segera saya komunikasikan ke teman-teman dinas terkait, jika memang bisa ditindaklanjuti untuk diproses, akan segera kami proses,” katanya. (rfk/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#pendakian #Polresta Magelang #GUNUNG ANDONG #gunung andong terbakar #flare #kombes pol mustofa