RADARMAGELANG.ID, Mungkid - Polemik rencana relokasi pedagang Candi Borobudur di kawasan zona 2 ke Pasar Seni Kujon mendapat penolakan.
Pedagang bereaksi dengan menggelar doa bersama dan diakhiri dengan orasi, Sabtu (3/2/2024).
Terpisah, General Manager Unit Borobudur Jamaludin Mawardi mengatakan, penataan pedagang Candi Borobudur merupakan langkah untuk mengembalikan koefisien dasar bangunan (KDB) kawasan candi ke 4 persen.
Penataan itu tidak hanya untuk zona pedagang, tapi juga termasuk area parkir yang saat ini.
"Termasuk area parkir yang ada akan dipindahkan ke sana (Kujon, Red), karena kita ingin memenuhi KDB, Kalau kita ingin masuk di daftar warisan dunia (yang diakui) UNESCO," tandasnya.
Pembangunan Pasar Seni Kujon diharapkan menjadi daya tarik baru.
Para pedagang tetap bisa melakulan aktivitas berjualan dengan suasana baru dan dengan tata letak kios yang lebih baik.
Dia berharap wisatawan yang datang terkesan dengan wisata Borobudur yang makin komplit.
Tidak hanya saat mereka datang dilayani di depan dengan meknisme tiketing yang bagus, tapi juga dengan kawasan hijaunya, ramah lingkungan.
“Dan ketika memasuki sentra UMKM terkesan bahwa UMKM Borobudur sudah naik kelas. Bukan di area yang belum tertata," paparnya. (put/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo