RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Ribuan umat Buddha dari majelis Madha Tantri dan Kasogatan menggelar upacara Api Homa Tantrayana Zhenfozong Borobudur 2023 di kompleks Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Sabtu (29/7/2023) malam. Ritual ini merupakan upacara untuk pembersihan diri dari karma buruk.
Kegiatan ini diikuti kurang lebih 1.200 umat. Ritual diawali dengan menghidupkan api ke lilin dan memanjatkan doa-doa. Sebagai persembahan kepada dewa dan Sang Buddha, beberapa barang-barang persembahan kemudian dibakar. Ritual ditutup dengan Pradaksina, yakni berdoa sambil mengelilingi Candi Borobudur.
Ketua Panitia Upacara Api Homa Tantrayana Zhenfozong Borobudur 2023 Yusuf Sumartha mengatakan, puja Api Homa adalah ritual sakral aliran Tantra, di mana semua bahan sebagai simbol ketulusan hati para umat dipersembahkan kepada para makhluk suci melalui media api.
Dijelaskan, upacara dipimpin oleh empat orang Acarya atau Mahabhiksu menghadap empat penjuru dengan Adinata yang dipuja, yaitu Buddha Sakyamuni. Melalui upacara Api Homa ini, para umat menyalurkan jasa kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar dijauhkan dari segala bentuk bencana, rakyat senantiasa aman sejahtera dan makmur sentosa.
“Kita juga menyalurkan jasa agar umat Buddha di Indonesia memperoleh berkah dan kebijaksanaan, memiliki sradha yang kokoh, disiplin dalam sila, mengembangkan Bodhicitta dalam menapaki jalan Bodhisattva,” katanya.
Ketua DPD Walubi Jawa Tengah sekaligus tokoh Madha Tantri Tanto Harsono menambahkan, kegiatan ini sudah dilakukan di Candi Borobudur sebanyak tiga kali, yakni pada 2018, 2019, dan 2023. Hanya saja, pada tahun ini diikuti dua majelis di Indonesia yang mengadakan mandiri. “Kalau di tahun 2018 dan 2019 masih ada invest dari biksu-biksu luar negeri, tetapi tahun ini murni seratus persen mandiri,” jelasnya. (rfk/aro)