Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Kuliner Ekstrem Sambal Walang Sangit Khas Wonogiri, Sajian Pedas Penuh Cita Rasa dan Tradisi

Magang Radar Magelang • Kamis, 9 Oktober 2025 | 00:20 WIB
Hidangan sambal walang sangit dengan tambahan daun kemangi
Hidangan sambal walang sangit dengan tambahan daun kemangi

RADARMAGELANG.ID - Bagi masyarakat Indonesia, sambal merupakan pelengkap wajib yang menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap hidangan.

Kehadiran sambal mampu membuat rasa makanan jadi lebih menggugah dan nikmat.

Namun, ada satu sambal yang tergolong unik dan cukup ekstrem bagi yang ingin mencoba yaitu Sambal Walang Sangit.

Sambal Walang Sangit ini merupakan salah satu kuliner yang berasal dari Wonigiri, Jawa Tengah.

Dahulu, pada tahun 1950-an para petani di Sindukarto, Wonogiri, telah memperkenalkan sambal walang sangit sebagai makanan pelengkap sego tiwul yaitu nasi yang dibuat dari olahan singkong, serta lauk-pauk sederhana lainnya.

Seperti Namanya, sambal ini terbuat dari bahan dasar walang sangit. Menurut KBBI, walang sangit adalah jenis serangga atau belalang yang mengeluarkan bau seperti barang yang terbakar (sangit). 

Serangga ini memiliki tubuh memanjang berwarna cokelat kelabu dengan mulut menyerupai belalai untuk mengisap cairan tumbuhan.

Walang sangit termasuk salah satu hama padi di sawah yang mengeluarkan bau sangit.
Walang sangit termasuk salah satu hama padi di sawah yang mengeluarkan bau sangit.

Walang sangit dikenal sebagai hama tanaman padi karena aromanya yang tajam dan khas. 

Meskipun dianggap hama, sebagian masyarakat justru memanfaatkan walang sangit sebagai bahan pangan alternatif yang kaya protein dan diolah menjadi kuliner unik.

Biasanya, para petani sawah di desa-desa mengonsumsi walang sangit tidak hanya sebagai lauk, tetapi juga sebagai cara alami untuk mengurangi hama pada tanaman padinya.  

Hidangan ini tidak hanya menjadi sumber energi bagi para petani, tetapi juga bagian dari tradisi kuliner yang diwariskan turun-temurun.

Proses pengolahannya cukup mudah. Walang sangit terlebih dahulu dicuci dan dibersihkan, lalu digoreng dengan api kecil hingga matang namun tidak terlalu kering.

Setelah itu siapkan bahan sambal berupa cabai, sedikit garam (karena walang sangit sudah memberikan rasa asin alami), serta bawang putih.

Semua bahan tersebut diulek hingga halus, kemudian masukkan walang sangit goreng dan ulek kembali secara perlahan hingga sedikit hancur, namun tidak sampai halus sepenuhnya.

Namun, ada juga variasi cara pengolahan lainnya. Walang sangit yang masih segar terlebih dahulu dicuci hingga bersih, kemudian disiapkan bahan sambal seperti cabai rawit, bawang putih, sedikit garam, dan penyedap rasa sesuai selera.

Setelah semua bahan diulek hingga halus, masukkan walang sangit segar dan aduk hingga tercampur rata. Terakhir, tambahkan sedikit minyak panas agar aroma khasnya semakin kuat. Sambal walang sangit pun siap disajikan dengan cita rasa yang pedas, gurih, dan unik.

Lebih dari sekedar makanan, Sambal Walang Sangit mencerminkan kearifan lokal dan tradisi masyarakat pedesaan dalam memanfaatkan sumber daya alam sekitar.

Di balik sederhananya, sambal ini menyimpan nilai budaya dan keberanian untuk mencoba sesuatu yang berbeda, menjadikannya bagian unik dari kekayaan kuliner Nusantara. (mg6)

Editor : H. Arif Riyanto
#sambal #Sambel #Walang Sangit #Belalang #wonogiri #hama padi #Sambal Walang Sangit #Sambal Belalang