RADARMAGELANG.ID, Mungkid - Warung makan SBY (Salbiyah) di Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, menjadi salah satu kuliner legendaris yang tetap bertahan hingga kini.
Warung yang berdiri sejak 1933 ini pertama kali dirintis oleh Salbiyah.
Saat ini, pengelolaannya telah beralih generasi ketiga yang diteruskan oleh sang cucu, Ari.
Pada awalnya, Warung SBY berjualan di Pasar Pucang Secang.
Seiring berjalannya waktu, usaha ini kemudian pindah dan menetap di lokasi baru, yakni di Jalan Alternatif Secang–Pucang, Pojok, Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.
Meski sudah puluhan tahun berjalan, cita rasa khas warung SBY tetap dipertahankan.
Menu andalannya antara lain rica-rica mentok, opor mentok, mentok goreng, tongseng, olahan kambing, hingga beragam masakan sayur.
Keistimewaan lain, masakan di warung ini masih diolah dengan cara tradisional menggunakan luweng kayu bakar, sehingga menghasilkan aroma dan rasa yang lebih pekat, berbeda dengan masakan modern pada umumnya.
“Resepnya masih kami pertahankan dari nenek. Cara masaknya pun tetap pakai kayu bakar. Jadi rasanya sama seperti dulu, bahkan lebih gurih dan harum,” ujar Ari.
Salah satu pengunjung, Anto, menambahkan, rica-rica mentoknya memang pedas, tapi tidak sampai membuat perut sakit.
"Kalau tongsengnya, bumbunya gurih, pokoknya enaknya bikin nagih,” akunya.
Baca Juga: Sejak 1965 Warung Makan Purnama Menjaga Citarasa Mangut Tradisional di Muntilan Magelang
Warung SBY melayani pelanggan setiap hari tanpa libur, mulai pukul 08.00 pagi hingga 20.00 malam, sehingga pengunjung bisa menikmati sajian kapan saja.
Dengan usia usaha yang kini mencapai lebih dari 90 tahun (berdiri sejak 1933), Warung SBY bukan sekadar tempat makan, melainkan bagian dari sejarah kuliner Magelang. (DIAH NATASHA PUTRI/MUHAMMAD TEGAR JULIANTO)
Editor : H. Arif Riyanto