RADARMAGELANG.ID, Magelang – Di tengah hiruk pikuk kehidupan masyarakat Kota Magelang, ada sebuah warung sederhana yang selalu berhasil mencuri perhatian sejak puluhan tahun lalu.
Kupat tahu Pak Pangat bukan hanya sekedar warung makan, ia adalah kuliner legendaris yang telah melekat erat dalam kehidupan masyarakat Kota Magelang, menjadi destinasi wajib bagi pecinta kuliner lokal maupun wisatawan.
Berjualan sejak tahun 1989, dari yang awalnya berkeliling, kini Kupat Tahu Pak Pangat telah memiliki dua cabang dan menjadi salah satu kuliner ikonik di Kota Magelang.
Salah satu cabangnya yang berdiri sejak tahun 2005, berlokasi di Jalan Panembahan Senopati, dekat dengan SMAN 4 Kota Magelang.
Kini, usaha ini telah dikelola oleh anak-anaknya yang merupakan generasi kedua.
Ranto, 46, melanjutkan usaha yang berlokasi di Jalan Panembahan Senopati, sedangkan kakaknya tetap menjalankan warung di rumah awal mereka.
Suara riuh pengunjung terdengar setiap jam makan siang, ketika antrean porsi kupat tahu yang dijual dapat mencapai 200 porsi per hari.
Pengunjung warung ini tidak hanya berasal dari warga lokal Magelang.
Turis lokal hingga mancanegara turut menikmati seporsi potongan kupat dan irisan tahu yang disiram dengan bumbu kacang.
Momen-momen libur panjang seperti idul fitri dan natal selalu menjadi puncak keramaian pengunjung, menjadi bukti bahwa cita rasa yang ditawarkan tetap konsisten di setiap generasi.
Rahasia cita rasa dalam seporsi kupat tahu bukan hanya berasal dari bahan-bahan yang segar dan resep turun-temurun, namun juga pada keseimbangan rasa yang diciptakan.
Sepiring kupat tahu berisi potongan kupat, tahu goreng, bakwan, kol, tauge, yang disiram dengan campuran kuah kacang dan air asam jawa yang segar bersatu menjadi sebuah hidangan yang melekat di benak masyarakat.
Tidak seperti kupat tahu pada umumnya yang cenderung manis, di sini rasa manis dan asin berpadu sempurna dengan aroma kacang yang khas, menjadikan setiap suapannya terasa lengkap dan memuaskan.
Jika Anda sedang berkunjung ke Magelang, jangan lupa singgah di warung kupat tahu legendaris ini.
Hanya dengan uang Rp15.000, Anda akan merasakan kelezatan yang telah menjadi favorit banyak orang selama puluhan tahun, sebuah rasa yang penuh kehangatan dan keaslian yang sulit dilupakan. (NAILAH SEKAR/RAIHAN DARMAWAN)
Editor : H. Arif Riyanto