RADARMAGELANG.ID, Magelang—Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang menggelar Sosialisasi Penilaian Kinerja Kepala Sekolah Tahun 2026 di Aula Cendekia, Kamis (17/9/2026).
Agenda ini dilaksanakan sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat karakter peserta didik di wilayah Kota Magelang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang Nurwiyono Slamet Nugroho menyampaikan, kegiatan ini diikuti oleh puluhan unsur pimpinan satuan pendidikan.
"Sosialisasi ini dihadiri oleh dua kepala sekolah dari TK, 59 kepala sekolah dari SD, dan 13 kepala sekolah dari SMP," ujar Nurwiyono.
Kebijakan pendidikan di Kota Magelang saat ini merujuk langsung pada misi keempat Wali Kota Magelang, yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui layanan pendidikan dan kesehatan yang unggul.
“Melalui kebijakan ini, kepala sekolah diwajibkan untuk menjalankan tiga peran penting sekaligus, yakni sebagai leader (penentu arah), manager (pengelola sumber daya), serta penyampai informasi yang efektif bagi warga sekolah,” ujar Wali Kota Magelang Damar Prasetyono.
Dikatakan Damar, pendidikan di Kota Magelang dinilai memiliki pembeda dari daerah lain.
Karena tidak hanya berfokus pada layanan administratif atau fasilitas sekolah.
Sebaliknya, pembentukan personalitas dan karakter unggul siswa menjadi prioritas utama.
Untuk mencapai target tersebut, lanjut dia, sejumlah program unggulan daerah dijalankan secara konsisten.
Di antaranya, kewajiban menggunakan bahasa Jawa satu hari dalam sepekan sebagai bagian dari kurikulum baru daerah untuk menjaga identitas budaya lokal.
“Selain itu, program English Day juga terus digalakkan guna mewujudkan konsep Smart School yang berjalan selaras dengan visi Smart City Kota Magelang,” paparnya.
Keberhasilan tata kelola pendidikan di kota ini pun kerap menarik perhatian nasional. Sistem penanganan peserta didik serta skema Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi guru dan kepala sekolah di Kota Magelang tercatat telah menjadi rujukan studi banding bagi berbagai daerah, seperti Kabupaten Demak, Purworejo, Grobogan, hingga DPRD Provinsi Jambi.
Menutup kegiatan sosialisasi, Damar menyampaikan harapannya agar komitmen dan semangat peningkatan mutu ini terus dijaga oleh seluruh elemen pendidikan.
"Mari wujudkan bersama, jadikan sekolah di Magelang tempat yang aman untuk belajar, bertumbuh, dan membentuk karakter unggul," pungkas Damar. (mg4/mg2/aro)
Editor : H. Arif Riyanto